JATIMPOS.CO/BONDOWOSO. Ikatan Keluarga Silat Putra Indonesia (IKSPI) Kera Sakti Cabang Bondowoso menegaskan komitmennya terhadap pembinaan anggota yang terarah dan bertanggung jawab pasca pelaksanaan Pengesahan Jarak Jauh Warga dan Pendekar Angkatan 143/129. Kegiatan tersebut digelar di Aula Balai Desa Purnama, Kecamatan Tegal Ampel, Kabupaten Bondowoso, Jumat (19/12/2025).
Selain prosesi pengesahan, pengurus cabang memanfaatkan momentum ini untuk menegaskan pentingnya latihan di titik resmi sebagai bagian dari penguatan kontrol organisasi, pembinaan berjenjang, serta upaya menjaga ketertiban sosial di masyarakat.
Ketua Dewan Divisi Humas IKSPI Kera Sakti Cabang Bondowoso, Rifky Gimnastiar, menyampaikan bahwa pembinaan pasca-pengesahan menjadi fase krusial agar warga dan pendekar tidak berjalan sendiri-sendiri, melainkan berada dalam satu sistem latihan yang terkoordinasi dan bertanggung jawab.
" Hingga saat ini titik latihan resmi IKSPI Kera Sakti telah tersebar di sejumlah kecamatan di Bondowoso dan sebagian telah berkembang menjadi ranting serta sub ranting yang aktif, " Katanya.
Keberadaan titik latihan resmi ini dinilai penting untuk memastikan seluruh aktivitas latihan berada di bawah pengawasan organisasi.
" Titik latihan ini bukan sekadar tempat berlatih, tetapi pusat pembinaan karakter, disiplin, dan penguatan nilai-nilai organisasi," ujar Rifky.
Ia menyebutkan, titik latihan IKSPI Kera Sakti tersebar di beberapa kecamatan seperti Tamanan, Jambesari Darus Sholah, Maesan, Bondowoso Kota, Sukosari, Pakem, Wringin, Binakal, Prajekan, Tapen, Wonosari, Grujugan, Curahdami, Tlogosari, Tenggarang, Sumber Wringin, dan Pujer.
Selain itu, latihan juga berlangsung di Batalyon Infanteri 514 Curahdami, Lapas Kelas IIB Bondowoso, serta sejumlah balai desa, sekolah, dan pesantren.
Sementara itu, Ketua Dewan Divisi Keatletan dan Prestasi IKSPI Kera Sakti Cabang Bondowoso, Muhajir, menegaskan bahwa pembinaan prestasi harus berjalan seimbang dengan pembentukan karakter dan penguatan nilai kerohanian.
" Kemampuan bela diri yang tidak dibarengi dengan pengendalian moral justru berpotensi menimbulkan persoalan sosial," Ungkapnya.
Karena itu, IKSPI Kera Sakti menempatkan nilai kerohanian sebagai fondasi utama dalam pembinaan anggota.
" Kami tidak hanya mencetak anggota yang kuat secara fisik, tetapi juga matang secara mental dan bermoral. Tanpa nilai agama dan kerohanian, ilmu bela diri bisa kehilangan maknanya," kata Muhajir.
Ia menambahkan, pembinaan tersebut bertujuan membentuk pribadi pendekar yang disiplin, beretika, serta mampu membawa manfaat bagi lingkungan sekitarnya.
Dalam kegiatan itu pula, pengurus menyampaikan pesan Ketua Umum IKSPI Kera Sakti, Drs. H. Bambang Sunardja, M.A, yang menekankan pentingnya menjaga citra positif perguruan di tengah masyarakat.
"Jadilah anggota IKSPI yang dicintai masyarakat, bukan ditakuti masyarakat," demikian pesan Ketua Umum yang kembali ditegaskan kepada seluruh warga dan pendekar.
Melalui pengesahan dan penguatan pembinaan ini, IKSPI Kera Sakti Cabang Bondowoso berharap seluruh anggota mampu menjaga marwah organisasi, berprestasi secara sportif, serta berperan aktif menciptakan suasana aman, harmonis, dan kondusif di tengah masyarakat.(Eko)