JATIMPOS.CO/BONDOWOSO. Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Al Hidayah tidak hanya fokus pada layanan dapur gizi, tetapi juga membangun kedekatan sosial dengan masyarakat sekitar. Hal itu terlihat dalam kegiatan Jalan-Jalan Sehat (JJS) yang digelar SPPG Dadapan, Kecamatan Grujugan, Bondowoso.Rabu (31/12/2026).
Berbeda dari kegiatan internal, JJS ini tidak hanya diikuti oleh seluruh karyawan SPPG dan jajaran Yayasan Al Hidayah, tetapi juga melibatkan warga sekitar secara terbuka.
Partisipasi masyarakat diwujudkan melalui pembagian kupon atau tiket gratis, sehingga warga dapat mengikuti kegiatan tanpa dipungut biaya, sekaligus berkesempatan mendapatkan berbagai hadiah menarik.
Sejumlah hadiah utama yang disiapkan panitia di antaranya sepeda listrik, mesin cuci, sepeda gunung, serta puluhan hadiah hiburan lainnya yang disambut antusias oleh peserta.
Ketua Yayasan Al Hidayah SPPG Dadapan, Slamet Gusti Purwanto, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk implementasi arahan Badan Gizi Nasional (BGN) agar selama masa libur operasional, SPPG tetap menjalankan aktivitas yang bermanfaat.
" kegiatan seperti JJS menjadi sarana menjaga kebugaran, mempererat kebersamaan, sekaligus membangun hubungan harmonis antara pengelola SPPG dan masyarakat di sekitar dapur layanan, " Katanya.
Slamet menilai keterlibatan warga sekitar penting, karena keberadaan SPPG tidak terlepas dari dukungan lingkungan. Dengan membuka ruang partisipasi, SPPG diharapkan semakin diterima dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
" Saya mengucapkan terimakasih terhadap unsur Muspika Kecamatan Grujugan, termasuk Koramil dan Polsek setempat, turut hadir dan berpartisipasi guna memastikan kegiatan berjalan sukses, " Ujarnya.
Ia juga menekankan bahwa memasuki tahun 2026, seluruh SPPG di bawah Yayasan Al Hidayah dituntut untuk meningkatkan profesionalisme dalam pelayanan pemenuhan gizi bagi anak-anak sekolah.
" Saat ini, Yayasan Al Hidayah mengelola delapan cabang SPPG yang tersebar di Bondowoso, Situbondo, dan Kota Malang, yang semuanya menjadi bagian dari program nasional pemenuhan gizi, " Tutus Slamet.
Dirinya juga mengungkapkan bahwa dapur SPPG Dadapan Bondowoso telah mendapatkan grade A hasil asesmen Badan Gizi Nasional, sehingga dijadikan rujukan bagi dapur-dapur SPPG lainnya di bawah naungan yayasan.
Dengan evaluasi berkelanjutan dan keterbukaan terhadap koreksi, Slamet berharap seluruh dapur SPPG dapat mencapai standar yang sama, sehingga pelayanan gizi bagi penerima manfaat terus meningkat dan berjalan berkelanjutan.(Eko)