JATIMPOS.CO, KABUPATEN JEMBER – Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin) Pemerintah Republik Indonesia menetapkan target untuk menghapus angka kemiskinan ekstrem di Indonesia hingga menjadi 0% pada tahun 2029.
Hal ini disampaikan pada pemberian bantuan langsung di balai desa cangkring, kecamatan Jenggawah, kabupaten Jember, Kamis siang (12/02/2026).
Melalui program Silaskin (Sinergi percepatan pengentasan Kemiskinan) bagi kelompok Rentan, Sitaskin Hadir Bersama, menjaga yang Rentan "makmus bersama presiden Prabowo".
Wakil Kepala BP Taskin Iwan Sumule, dalam kunjungannya ke Kabupaten Jember guna memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam upaya percepatan kesejahteraan masyarakat.
Iwan menjelaskan bahwa di bawah arahan Presiden Prabowo Subianto, pemerintah memiliki target ambisius untuk menurunkan angka kemiskinan secara konsisten.
Berdasarkan survei BPS per Maret 2024, angka kemiskinan nasional berada di level 8,25%. Pemerintah menargetkan penurunan kemiskinan relatif menjadi 4,5% pada tahun 2029 dengan komitmen penurunan minimal 1% setiap tahunnya.
"Pengentasan kemiskinan adalah tanggung jawab besar yang tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri. Harus ada kolaborasi antara kementerian terkait, lembaga, dan pemerintah daerah," ujar Iwan.
Ia menekankan bahwa BP Taskin tidak hanya mengoordinasikan program, tetapi juga melakukan percepatan pada level birokrasi agar bantuan dan permohonan dari daerah dapat diproses lebih cepat tanpa hambatan administratif.
"BP Taskin menjadikan Kabupaten Jember sebagai daerah prioritas karena angka kemiskinan ekstrem yang masih cukup tinggi, yakni mencapai sekitar 124.000 jiwa dan Berbagai program pemberdayaan melalui skema "Si Taskin" akan diintegrasikan secara berkelanjutan," jelas iwan.
Adapun beberapa langkah konkret yang disiapkan meliputi Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih, kampung budidaya, serta penguatan Sekolah Rakyat.
Dan Pemberian beasiswa pendidikan jangka panjang dan percepatan perbaikan infrastruktur sekolah yang mengalami kerusakan berat. Pemanfaatan program Hutan Sosial agar tepat sasaran bagi buruh tani dan masyarakat miskin di pinggiran hutan.
Senada dengan hal tersebut, Bupati Jember Muhammad Fawait (Gus Fawait), menyampaikan apresiasinya atas perhatian besar dari Presiden Prabowo dan BP Taskin terhadap Kabupaten Jember.
Ia menegaskan bahwa Jember siap bersinergi dengan kebijakan nasional untuk memastikan angka kemiskinan di wilayahnya turun drastis dalam lima tahun ke depan.
"Kemiskinan di Jember banyak terkonsentrasi di wilayah pedesaan, pinggiran hutan, kebun, dan pantai. Oleh karena itu, pelayanan publik seperti kesehatan, pendidikan, dan kependudukan harus didekatkan ke desa-desa agar masyarakat merasakan kehadiran negara secara langsung," tegas Gus Fawait.
Pemerintah daerah akan fokus pada pelatihan UMKM bagi keluarga miskin ekstrem usia produktif dan memfasilitasi Pekerja Migran Indonesia (PMI) agar mendapatkan perlindungan serta pengawasan langsung dari pemerintah pusat.
Melalui kolaborasi ini, diharapkan pada tahun 2026, Kabupaten Jember dapat menjadi salah satu daerah percontohan keberhasilan pengentasan kemiskinan ekstrem melalui integrasi program pusat dan daerah yang berkelanjutan. (Ari)
