JATIMPOS.CO, KABUPATEN JEMBER - Langkah konkret dalam menuntaskan kemiskinan ekstrem di Kabupaten Jember resmi dimulai dengan peluncuran aplikasi SITASKIN (Sistem Informasi Terpadu Penanggulangan Kemiskinan).
Acara yang digelar di Pendopo balai desa Cangkring Kecamatan Jenggawah ini dihadiri langsung oleh Wakil Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP-Taskin), Iwan Sumule, dan Bupati Jember, Muhammad Fawait (Gus Fawait), Perwakilan BAZNAS, Perwakilan Pupuk Petrokimia Gresik, Forkopimda dan unsur lainnya, Kamis (12/02/2026).
Bupati Jember, Gus Fawait, menekankan bahwa SITASKIN bukan sekadar aplikasi, melainkan instrumen untuk memastikan APBD dan bantuan pusat tepat sasaran.
Beliau menegaskan bahwa selama ini masalah utama kemiskinan adalah carut-marutnya data yang seringkali tidak sesuai dengan realitas di lapangan.
"Kami tidak ingin lagi mendengar ada warga yang benar-benar membutuhkan justru terlewat, sementara yang mampu malah mendapat bantuan," kata Gus Fawait.
"Dengan SITASKIN, Pemkab Jember berkomitmen melakukan pemutakhiran data secara harian (real-time). Ini adalah bentuk jihad kita untuk memberikan keadilan bagi masyarakat kecil di Jember," imbuhnya.
Permasalahan di Kabupaten Jember, wilayah miskin tersebar dalam wilayah pinggiran seperti wilayah pegunungan, pesisir dan pinggiran taman nasional.
"Tentu ini jadi persoalan khusus, karena wilayah wilayah yang mendominasi masyarakat miskin ini di Kabupaten Jember hampir merata dengan jumlah angka diatas 100 ribu jiwa," ulasnya.
Dengan adanya Sitaskin Kabupaten Jember siap menjadi pionir dalam penggunaan teknologi informasi untuk pengentasan kemiskinan di Jawa Timur.
Sementara itu Wakil Kepala BP-Taskin, Iwan Sumule, memberikan apresiasi tinggi atas langkah proaktif Pemkab Jember. Menurutnya, SITASKIN akan diintegrasikan dengan pusat data nasional untuk meminimalisir tumpang tindih anggaran.
"Apresiasi untuk Gus Fawait dan jajaran Pemkab Jember. SITASKIN adalah langkah revolusioner. BP-Taskin pusat memantau langsung pergerakan data dari sini. Jika model di Jember ini sukses—dan saya yakin akan sukses—maka SITASKIN akan menjadi model nasional yang kita terapkan di seluruh Indonesia," ujar Iwan Sumule.
SITASKIN memungkinkan para operator di tingkat desa/kelurahan untuk mengunggah kondisi terkini warga secara langsung, lengkap dengan koordinat lokasi dan foto rumah. Hal ini memungkinkan tim verifikasi pusat maupun daerah untuk mengambil keputusan intervensi (seperti bedah rumah, beasiswa, atau bantuan pangan) secara cepat tanpa birokrasi yang berbelit.
"Nantinya akan ada program Perhutanan Sosial yang bisa dimanfaatkan oleh masyarakat lereng gunung, kemudian ada Program Kampung Nelayan yang ada di wilayah pesisir, dan masih banyak lagi program dari pemerintah pusat," tambahnya menjelaskan.
"Tahun ini insyaallah ada perbaikan bantuan bagi sekolah sekolah yang rusak di Kabupaten Jember. Jadi BP-Taskin bukan hanya mengurusi soal fundamental kemiskinan tapi apa yang bisa dibawa di Kabupaten Jember ini, kami bisa koordinasikan antar kementrian," tutup Iwan. (Ari)
