JATIMPOS.CO, KABUPATEN JEMBER - Pasca Bupati Jember Muhammad Fawait yang secara diam diam langsung menemui Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, terkait bencana alam yang menimpa Kabupaten Jember. 

Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Dinas PU Bina Marga Jatim langsung turun lapangan untuk meninjau ke sejumlah titik infrastruktur yang rusak akibat diterjang banjir bandang beberapa waktu lalu.

Langkah ini diambil untuk mempercepat proses asesmen dan perbaikan fasilitas publik yang vital bagi masyarakat.

Kepala Dinas PU Bina Marga Provinsi Jawa Timur, Edy Tambeng Widjaja, menjelaskan bahwa banjir telah menyebabkan kerusakan signifikan pada setidaknya lima jembatan di wilayah tersebut. Kerusakan ini mayoritas disebabkan oleh debit air yang sangat tinggi sehingga meluap melampaui konstruksi jembatan (overtopping).

"Kita sudah melihat beberapa jembatan yang terdampak. Secara konstruksi sebenarnya tidak masalah, namun karena debit air yang luar biasa besar, jembatan-jembatan yang posisinya rendah terseret arus," ujar Edy Tambeng. Minggu (15/02/2026).

Pihaknya kini tengah melakukan asesmen menyeluruh, termasuk memeriksa kekuatan pilar jembatan, untuk menentukan apakah diperlukan pembangunan ulang atau cukup perbaikan struktural. Hasil asesmen ini nantinya akan dilaporkan kepada Gubernur Jawa Timur untuk penanganan lebih lanjut.

Sementara itu, Pj. Sekda Jember, Ahmad Helmi Luqman, memaparkan bahwa dampak banjir kali ini cukup luas, mencakup ribuan Kepala Keluarga (KK) serta lahan pertanian serta infrastruktur lainnya.

"Ada sekitar 7.000 KK yang terdampak. Selain pemukiman, infrastruktur seperti dam, tiga jembatan, serta sekitar 500 hingga 1.000 hektar lahan pertanian juga mengalami kerusakan," ungkap Ahmad Helmi.

Ia juga menambahkan bahwa banjir ini dipicu oleh curah hujan ekstrem yang merupakan siklus tertinggi dalam 10 tahun terakhir. Helmi menegaskan bahwa seluruh elemen masyarakat, relawan, dan pemerintah telah disiagakan.

"Kami telah menyiapkan posko bencana dan dapur umum di setiap kecamatan dan desa yang terdampak. Sesuai petunjuk BMKG, kewaspadaan akan terus ditingkatkan hingga 26 Februari mendatang mengingat potensi curah hujan yang masih tinggi," tutupnya.

Menindaklanjuti arahan Gubernur Jawa Timur, Pemkab Jember terus berkoordinasi untuk memprioritaskan perbaikan infrastruktur yang mendesak di beberapa kecamatan agar akses jalan masyarakat bisa kembali normal. (Ari)