JATIMPOS.CO/BONDOWOSO. Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Gerindra Kabupaten Bondowoso menggelar tasyakuran dan doa bersama dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) ke-18 Partai Gerindra, yang dirangkai dengan santunan kepada puluhan anak yatim.
Kegiatan tersebut menjadi wujud rasa syukur sekaligus refleksi perjalanan partai dalam mengabdi kepada masyarakat, khususnya di Kabupaten Bondowoso.
Secara nasional, peringatan HUT ke-18 telah dilaksanakan pada 6 Februari 2026 di Jakarta. Namun, berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya yang memobilisasi pengurus DPC, fraksi, dan kader ke pusat, tahun ini perayaan dilakukan di daerah masing-masing menyesuaikan kondisi dan situasi.
Wakil Ketua DPC Gerindra Bondowoso, Abdul Majid, menyampaikan bahwa perubahan pola perayaan tersebut tidak mengurangi makna HUT ke-18. Justru, instruksi partai menegaskan agar seluruh jajaran lebih membumi dan hadir langsung di tengah masyarakat melalui kegiatan sosial dan refleksi internal.
" Momentum HUT ke-18 juga menjadi catatan penting karena Partai Gerindra kini telah memiliki Presiden Republik Indonesia, yakni Prabowo Subianto, " Katanya, Selasa (17/02/2026).
Dalam berbagai kesempatan, Presiden menekankan agar kader partai lebih sering turun ke masyarakat untuk menyerap aspirasi dan melihat langsung kondisi riil di lapangan.
Menurut Abdul Majid, kader Gerindra di daerah diminta mengawal target-target pembangunan nasional yang menjadi bagian dari visi Astacita Presiden. Beberapa di antaranya adalah penguatan koperasi desa Merah Putih, ketahanan pangan, serta program makan bergizi gratis bagi para siswa.
" Di usia ke-18 ini, Gerindra tidak boleh hanya merayakan seremonial. Kami harus benar-benar turun, menyerap aspirasi, dan memastikan program Presiden berjalan serta dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, khususnya di Bondowoso," ujarnya.
Selain itu, mulai Januari 2026 program makan bergizi gratis juga menyasar kelompok B3, yakni ibu hamil, ibu menyusui, dan Balita. Program ini menjadi prioritas pemerintah pusat dan diharapkan berdampak signifikan di setiap daerah.
Dirinya juga menegaskan pentingnya pemahaman masyarakat terkait kebijakan efisiensi anggaran yang digaungkan pemerintah pusat. Menurutnya, efisiensi bukan berarti pemotongan anggaran secara serampangan, melainkan pengalihan kegiatan yang kurang berdampak langsung kepada program yang lebih bermanfaat bagi rakyat.
" Efisiensi itu bukan mengurangi hak masyarakat. Justru anggaran yang sebelumnya untuk kegiatan yang kurang signifikan, seperti perjalanan dinas atau forum-forum yang tidak berdampak langsung, dialihkan untuk program yang lebih prioritas dan menyentuh kebutuhan dasar masyarakat," tegasnya.
Refleksi HUT ke-18 juga dimaknai sebagai fase kedewasaan partai. Gerindra Bondowoso menargetkan peningkatan perolehan suara pada pemilu mendatang dengan bergerak lebih masif dan terstruktur di tengah masyarakat, didukung empat anggota DPRD yang diharapkan mampu bersinergi dengan pemerintah daerah.
" Tema kompak, bergerak, dan berdampak itu artinya kita turun, kita tahu persoalan masyarakat, lalu kita membawa solusi. Gerindra harus benar-benar hadir, bukan hanya saat pemilu, tetapi dalam setiap dinamika sosial di tengah masyarakat," pungkasnya.(Eko)
