JATIMPOS.CO/BONDOWOSO. Pemerintah Kabupaten Bondowoso mulai melakukan langkah perbaikan pada sejumlah titik jalan alternatif yang digunakan masyarakat pasca ambruknya Jembatan Sukowiryo di Jalan Mastrip. 

Perbaikan difokuskan pada titik-titik jalan yang berlubang agar tetap aman dilalui kendaraan.

Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (BSBK) Kabupaten Bondowoso, Ansori, mengatakan pihaknya telah melakukan koordinasi dengan pemerintah provinsi dan pihak terkait untuk mempercepat penanganan jalan alternatif tersebut.

" Kami sudah rapat dan berkoordinasi dengan teman-teman BSBK Bondowoso dan provinsi untuk mencari alternatif itu," ujar Ansori, Kamis (26/02/2026). 

Menurutnya, pemerintah provinsi juga telah memberikan bantuan material berupa aspal untuk mendukung perbaikan jalan alternatif yang saat ini digunakan masyarakat sebagai jalur penghubung sementara.

" Tadi juga disampaikan oleh Pak Wagub, kita dapat suplai aspal sehingga kita bisa menyelesaikan atau memperbaiki jalan yang berlubang," katanya.

Saat ini, tim teknis Dinas Bina Marga mulai melakukan pemetaan untuk mengetahui tingkat kerusakan jalan dan menentukan kebutuhan material yang diperlukan dalam perbaikan.

" Ini teman-teman mulai mapping. Karena untuk menyelesaikan itu butuh survei, butuh berapa luasan, butuh berapa panjang, itu yang mau kita selesaikan dulu," jelas Ansori.

Ia menambahkan, bantuan yang diterima tidak hanya berupa aspal, tetapi juga material lain seperti agregat dan batu sebagai pendukung perbaikan jalan.

" Tadi disampaikan oleh Pak Wagub, kita dapat aspal itu bukan hanya aspal saja, ada agregat juga, ada batu juga. Kita hitung dulu luasannya berapa, butuh berapa luas nanti yang mau kita tutup atau kita tambal," ujarnya.

Perbaikan yang dilakukan saat ini bersifat sementara dengan metode tambal sulam atau penutupan lubang, agar jalan tetap bisa dilalui masyarakat dengan aman.

" Seperti yang disampaikan Pak Bupati dan Pak Wagub, kita tidak bisa memperbaiki secara utuh atau perbaikan keseluruhan, jadi cuma bisa tertutup saja atau tambal sulam," katanya.

Ansori menyebutkan, perbaikan difokuskan pada ruas jalan alternatif yang saat ini digunakan masyarakat, khususnya di wilayah Kecamatan Curahdami.

" Di ruas jalan yang dilalui atau jalan alternatif, terutama di Kecamatan Curahdami, Desa Petung, Jetis, dan beberapa desa lainnya," ungkapnya.

Langkah perbaikan ini dilakukan sebagai bentuk respon cepat pemerintah daerah untuk memastikan akses masyarakat tetap lancar meskipun Jembatan Sukowiryo belum dapat difungsikan kembali.(Eko)