JATIMPOS.CO/SUMENEP - Menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah, jurnalis di Kabupaten Sumenep memilih cara berbeda dalam berbagi kebahagiaan Ramadan. Mereka tidak sekadar menyalurkan bantuan, tetapi turut mendampingi anak-anak yatim berbelanja langsung kebutuhan Lebaran. Selasa (17/3/2026).
Kegiatan itu diinisiasi oleh Komunitas Jurnalis Sumenep (KJS) melalui kegiatan bertajuk “Ramadan Berbagi, Lebaran Penuh Arti”.
Dalam kegiatan tersebut, anak-anak yatim diajak ke pusat perbelanjaan di wilayah Kecamatan Kota untuk memilih sendiri pakaian Lebaran yang mereka inginkan. Suasana hangat dan penuh keceriaan tampak saat anak-anak bebas menentukan pilihan, didampingi para jurnalis dan relawan.
Wakil Bupati Sumenep, Imam Hasyim, turut hadir dan berbaur langsung dengan anak-anak yatim. Ia terlihat mendampingi mereka saat memilih pakaian, sekaligus berbincang santai di sela kegiatan.
Ketua KJS, M. Hariri, mengatakan konsep mengajak anak yatim berbelanja langsung sengaja dipilih agar mereka merasakan pengalaman yang lebih berkesan dibanding sekadar menerima bantuan.
“Anak-anak bisa memilih sendiri apa yang mereka suka. Ini bukan hanya soal bantuan, tetapi bagaimana menghadirkan kebahagiaan menjelang Lebaran,” ujar Hariri.
Ia menambahkan, kegiatan tersebut telah menjadi agenda rutin tahunan KJS dan tahun ini merupakan penyelenggaraan yang keempat. Menurutnya, konsistensi ini menjadi bentuk komitmen jurnalis untuk tetap hadir di tengah masyarakat, tidak hanya dalam pemberitaan tetapi juga aksi sosial.
Sementara itu, Imam Hasyim mengapresiasi pendekatan yang dilakukan para jurnalis tersebut. Ia menilai kegiatan itu memiliki nilai lebih karena melibatkan interaksi langsung dengan anak-anak yatim.
“Ini bukan sekadar memberi, tetapi juga menghadirkan kebahagiaan. Semoga ke depan semakin banyak anak yatim yang bisa dilibatkan,” katanya.
Ia juga berharap kegiatan serupa dapat menginspirasi berbagai pihak untuk turut berbagi dengan cara yang lebih kreatif dan menyentuh secara emosional.
Program “Ramadan Berbagi, Lebaran Penuh Arti” tahun ini didukung oleh sejumlah lembaga dan perusahaan, di antaranya Said Abdullah Institute, SKK Migas, Kangean Energy Indonesia, Medco Energy, Husky CNOOC Madura Limited (HCML), hingga sejumlah pelaku usaha dan instansi lokal di Sumenep. (Dam)
