JATIMPOS.CO/KOTA PASURUAN – Pemerintah Kota Pasuruan mendorong penguatan peran pilar sosial dalam menangani berbagai persoalan masyarakat. Hal itu mengemuka dalam Sosialisasi Pelayanan Kesejahteraan Sosial bagi Pilar-pilar Sosial Tahun 2026 yang digelar Dinas Sosial di Rumah Makan Kurnia, Kamis (26/3/2026).
Kegiatan tersebut diikuti beragam unsur, mulai dari Pekerja Sosial Masyarakat (PSM), Karang Taruna, Taruna Siaga Bencana (Tagana), hingga komunitas lansia dan disabilitas. Mereka dinilai menjadi garda terdepan dalam mendeteksi dan menangani masalah sosial di tingkat akar rumput.
Wali Kota Pasuruan, Adi Wibowo, membuka kegiatan dengan menyampaikan pesan kebersamaan pasca Lebaran. Ia menegaskan pentingnya menjaga semangat kolaborasi di tengah masyarakat.
“Di momen ini kami juga menyampaikan mohon maaf lahir dan batin. Semoga kebersamaan ini semakin memperkuat sinergi kita,” ujarnya.
Menurutnya, pembangunan daerah tidak cukup hanya mengandalkan infrastruktur fisik. Ia menekankan bahwa pembangunan sosial justru menjadi fondasi utama keberhasilan daerah.
Ia menyebut peran pilar sosial selama ini sudah terbukti nyata di lapangan, mulai dari penanganan kemiskinan hingga respons kebencanaan.
“Panjenengan semua adalah bagian penting dari pembangunan. Infrastruktur sosial itu yang paling utama, karena langsung menyentuh masyarakat,” katanya.
Adi juga mendorong agar seluruh unsur terus meningkatkan kualitas pelayanan sosial. Ia berharap setiap program pemerintah bisa berjalan efektif jika didukung penuh oleh jaringan pilar sosial di lapangan.
“Kami butuh dukungan dan sinergi. Kalau bergerak bersama, manfaat program akan benar-benar dirasakan masyarakat,” tegasnya.
Sorotan khusus diberikan pada peran pemuda melalui Karang Taruna yang dinilai semakin aktif dan berprestasi. Ia menyebut keterlibatan generasi muda menjadi indikator penting keberhasilan pembangunan sosial.
“Ini bukti bahwa anak-anak muda kita mampu mengambil peran dan berkontribusi nyata,” tambahnya.
Tak hanya itu, Adi turut mengapresiasi respons cepat Tagana saat terjadi banjir di sejumlah wilayah Kota Pasuruan beberapa waktu lalu. Menurutnya, kehadiran dapur umum dan bantuan darurat sangat membantu warga terdampak.
“Terima kasih kepada Tagana yang sigap membantu, termasuk mendirikan dapur umum untuk warga,” ungkapnya.
Ke depan, ia memastikan pemerintah akan menyiapkan langkah jangka panjang untuk mengatasi persoalan banjir agar tidak terus berulang.
“Penanganan permanen akan kita upayakan, supaya warga tidak setiap tahun terdampak,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kota Pasuruan, Kokoh Arie Hidayat, menegaskan kegiatan ini bertujuan menyamakan persepsi sekaligus memperkuat kapasitas pilar sosial. Ia menyebut tantangan sosial ke depan semakin kompleks sehingga membutuhkan koordinasi yang solid.
Menurutnya, kolaborasi lintas elemen menjadi kunci agar pelayanan sosial bisa tepat sasaran dan berkelanjutan. “Kami ingin memastikan seluruh pilar sosial memiliki pemahaman yang sama dalam memberikan layanan kepada masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan, keberadaan pilar sosial tidak hanya sebagai pelengkap, tetapi mitra strategis pemerintah dalam menyelesaikan berbagai persoalan sosial. “Peran mereka sangat vital, mulai dari pendataan hingga penanganan langsung di lapangan,” katanya.(shl)
