JATIMPOS.CO, KABUPATEN JEMBER – Upaya menekan kelangkaan dan lonjakan harga LPG 3 kilogram (bersubsidi) dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Jember bersama PT Pertamina (Persero) melalui operasi pasar murah di sejumlah wilayah. 

Untuk pertama kali, kegiatan tersebut digelar di tiga kecamatan, yakni Jombang, Kencong, dan Gumukmas, yang selama beberapa waktu terakhir mengalami keterbatasan pasokan dan kenaikan harga di tingkat pengecer, Senin (20/04/2026).

Pelaksanaan pasar murah dilakukan di masing masing kantor kecamatan. Untuk memastikan distribusi tepat sasaran, warga diwajibkan membawa KTP atau Kartu Keluarga sebagai bagian dari sistem pencatatan digital di pangkalan resmi. 

Antusiasme warga terlihat tinggi. Sejak pagi, ratusan warga rela mengantre demi mendapatkan gas bersubsidi dengan harga terjangkau. Salah satunya Aminah (45), warga Dusun Kamaran, Kecamatan Kencong, yang mengaku sangat terbantu dengan adanya operasi pasar tersebut.

“Saya sangat berterima kasih atas adanya operasi pasar murah ini. Beberapa waktu terakhir gas sangat sulit didapatkan. Mau beli mahal pun susah, apalagi ini bisa dapat dengan harga lebih murah,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Rodiyah (40), warga Desa Wonorejo, yang mengaku lega bisa mendapatkan LPG untuk kebutuhan rumah tangga.

“Alhamdulillah, paling tidak untuk beberapa hari ke depan kami tidak bingung lagi,” katanya.

Dari hasil pantauan di lapangan, sekitar 80 persen warga yang mengantre berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan secara berkala. Mereka juga berharap agar operasi pasar ini mampu menstabilkan harga sekaligus memperlancar distribusi LPG di tingkat pengecer.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Jember, Sartini menyampaikan bahwa operasi pasar ini menjadi langkah konkret dalam merespons keluhan masyarakat terkait kelangkaan LPG 3 kg. Untuk hari ini ada 3 kecamatan yang dilakukan operasi pasar.

“ Operasi pasar murah LPG 3 kg dilakukan di seluruh kecamatan di Kabupate Jember secara bergiliran hari ini jadwalnya di kecamatan Jombang, Kencong, dan Gumukmas. Besok akan dilakukan di kecamatan Semboro dan Umbulsari," kata Sartini, Senin (20/04/2026).

" Masing-masing kecamatan dialokasikan 300 tabung gas LPG 3 kg dg harga Rp. 18.000. Dan yang boleh beli adalah masyarakat yg ber-KTP di kecamatan tersebut," ulasnya.

Ketika ditanya tentang adanya pangkalan yang nakal dan menjual gas diatas het, Sartini menghimbau agar mereka tidak melakukan hal itu lagi. Dan meyakinkan jika ada pangkalan yang masih nakal, pemerintah akan memberikan sangsi tegas dengan pemutusan hubungan kerja.

Dengan adanya intervensi dari pemerintah dan Pertamina, masyarakat kini berharap ketersediaan LPG 3 kg di pasaran dapat kembali normal dan mudah diakses oleh seluruh lapisan masyarakat. (Ari)