JATIMPOS.CO/KOTA PASURUAN- Ratusan warga Kelurahan Tamba’an, Kecamatan Panggungrejo, Kota Pasuruan, akhirnya menerima bantuan pangan dalam jumlah besar, Kamis (21/5/2026). Sebanyak 559 Penerima Bantuan Pangan (PBP) memadati balai kelurahan untuk mengambil jatah beras dan minyak goreng yang telah lama dinanti.

Setiap keluarga penerima memperoleh 20 kilogram beras medium dan 4 liter minyak goreng. Penyaluran bantuan juga disertai layanan pemeriksaan kesehatan gratis berupa cek tekanan darah, gula darah, hingga asam urat bagi warga.

Namun di tengah antusiasme penerima, muncul sorotan terkait waktu distribusi bantuan yang dinilai terlambat. Pasalnya, program bantuan pangan tersebut sebelumnya disebut dijadwalkan untuk periode Februari hingga Maret 2026.

Data yang dihimpun menunjukkan Perum Bulog Cabang Malang sebelumnya menargetkan penyaluran 12.474 ton beras kepada 623.725 penerima di wilayah Malang Raya dan Pasuruan Raya pada awal tahun. Akan tetapi, di Kelurahan Tamba’an, bantuan baru diterima warga menjelang akhir Mei.

Kondisi itu memunculkan pertanyaan di kalangan masyarakat terkait kemungkinan hambatan distribusi maupun proses birokrasi penyaluran logistik pangan.

Siti Maimunah (45), warga pesisir Tamba’an yang bekerja sebagai buruh kupas kerang, mengaku bantuan tersebut sangat membantu kebutuhan keluarganya. Meski demikian, ia mempertanyakan keterlambatan distribusi saat harga kebutuhan pokok sempat melonjak.

“Alhamdulillah bantuan ini sangat membantu. Beras 20 kilo dan minyak 4 liter jelas meringankan beban keluarga. Tapi kami heran, katanya bantuan awal tahun, kenapa baru dibagikan sekarang? Waktu harga beras mahal kemarin justru kami paling membutuhkan,” kata Maimunah.

Keluhan serupa juga terdengar dari warga lain yang mengantre di lokasi pembagian. Mereka menilai keterlambatan distribusi membuat fungsi bantuan sosial sebagai penyangga ekonomi masyarakat kurang maksimal.

Di sisi lain, pihak Kelurahan Tamba’an menegaskan fokus utama mereka adalah memastikan penyaluran berjalan tertib dan tepat sasaran. Seluruh penerima diwajibkan menjalani pemeriksaan kesehatan sebelum menerima bantuan.

Lurah Tamba’an, Zainul Arifin, mengatakan pihak kelurahan telah melakukan verifikasi ketat terhadap data penerima agar distribusi bantuan tidak salah sasaran.

“Kami memastikan seluruh penerima terdata dengan benar dan penyaluran berjalan lancar. Soal waktu distribusi yang baru terealisasi Mei, kami di tingkat kelurahan bergerak segera setelah logistik tersedia dari pusat,” ujar Zainul Arifin.

Ia menambahkan, layanan pemeriksaan kesehatan sengaja digelar karena sebagian besar warga penerima merupakan pekerja lapangan yang rentan mengalami gangguan kesehatan.

“Selain bantuan pangan, kami ingin kondisi kesehatan warga juga terpantau. Karena mayoritas penerima bekerja sebagai buruh dan pekerja kasar, pemeriksaan ini penting dilakukan,” imbuhnya.

Hingga berita ini diturunkan, Perum Bulog Cabang Malang belum memberikan penjelasan resmi terkait keterlambatan distribusi bantuan pangan untuk wilayah Pasuruan. Warga berharap penyaluran bantuan ke depan dapat dilakukan lebih tepat waktu agar manfaatnya benar-benar dirasakan saat kondisi ekonomi masyarakat sedang tertekan. (shl)