JATIMPOS.CO/BONDOWOSO. Kesulitan memperoleh air bersih masih menjadi persoalan tahunan yang dihadapi warga Dusun Sumberbiru, Desa Klabang, Kecamatan Tegalampel, Kabupaten Bondowoso. Saat musim kemarau tiba, ratusan keluarga di wilayah tersebut harus berjuang memenuhi kebutuhan air bersih untuk keperluan sehari-hari.
Kondisi itu mendorong DPC PDI Perjuangan Bondowoso menyalurkan bantuan air bersih dan sembako kepada warga terdampak, Sabtu (13/6/2026). Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian peringatan Bulan Bung Karno yang digelar sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang menghadapi kesulitan akses air bersih.
Sebanyak 208 kepala keluarga menerima bantuan air bersih yang didistribusikan langsung ke permukiman warga. Selain itu, paket sembako juga dibagikan untuk membantu meringankan kebutuhan sehari-hari masyarakat.
Bagi warga Sumberbiru, bantuan tersebut menjadi angin segar di tengah keterbatasan pasokan air yang mereka alami selama musim kemarau.
"Saya sangat berterima kasih dan bangga kepada PDI Perjuangan Bondowoso karena telah membantu mendistribusikan air bersih kepada kami yang terdampak kekeringan dan kesulitan air bersih. Selain itu tadi juga ada bantuan sembako," kata salah seorang warga, Suyin (22).
Menurut dia, bantuan tersebut sangat membantu masyarakat yang selama beberapa waktu terakhir kesulitan memperoleh air bersih untuk kebutuhan rumah tangga.
"Semoga PDI Perjuangan ke depannya semakin besar dan bisa ke sini lagi untuk memberi bantuan pada masyarakat," ujarnya.
Ketua DPC PDI Perjuangan Bondowoso, Sinung Sudrajad, mengatakan bantuan air bersih diberikan sebagai respons atas persoalan yang setiap tahun dihadapi warga Sumberbiru ketika musim kemarau datang.
"Bakti sosial kali ini merupakan bagian dari rangkaian Bulan Bung Karno. Kami ikut membantu mendistribusikan air bersih kepada 208 kepala keluarga di Dusun Sumberbiru," kata Sinung.
Menurut dia, persoalan yang dialami warga menunjukkan masih adanya ketimpangan akses layanan dasar, meski lokasi dusun tersebut tidak terlalu jauh dari pusat Kota Bondowoso.
"Berdasarkan data, jaraknya hanya sekitar 7,8 kilometer dari pusat Kota Bondowoso. Namun ketika tiba di sini, kondisinya seperti berada di wilayah pelosok," ujarnya.
Karena itu, kata Sinung, bantuan air bersih yang diberikan diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan mendesak masyarakat selama musim kemarau berlangsung.
Ia menilai persoalan air bersih di Sumberbiru tidak cukup diselesaikan melalui bantuan distribusi air semata, melainkan membutuhkan solusi yang lebih permanen.
Untuk itu, PDI Perjuangan Bondowoso berencana mengupayakan pembangunan sumur bor sebagai langkah jangka panjang guna mengatasi krisis air bersih yang berulang setiap tahun.
"Ke depan kami mengupayakan membantu realisasi sumur bor sehingga warga Sumberbiru tidak lagi mengalami kesulitan air bersih saat musim kemarau," kata Wakil Ketua DPRD Bondowoso tersebut.
Pantauan di lapangan, kegiatan sosial itu juga dihadiri anggota DPRD Bondowoso dari Fraksi PDI Perjuangan, yakni Andi Hermanto dan Bambang Mujiono.
Kehadiran para legislator tersebut disambut antusias warga yang berharap upaya penyediaan sumber air permanen dapat segera terealisasi sehingga persoalan kekurangan air bersih tidak lagi menjadi masalah tahunan bagi masyarakat Sumberbiru.(Eko)