JATIMPOS.CO/BONDOWOSO. Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kademangan 2 terus menjalankan arahan Badan Gizi Nasional (BGN) dalam penyediaan menu Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi para penerima manfaat. Salah satu menu yang rutin disajikan setiap pekan adalah telur sebagai sumber protein hewani yang mudah diterima oleh berbagai kalangan.

Pada pekan ini, telur diolah dengan bumbu saus tiram dan menjadi bagian dari paket makanan yang didistribusikan kepada penerima manfaat. Penyajian menu tersebut merupakan bagian dari upaya menjaga keseimbangan gizi sekaligus memberikan variasi rasa.

Asisten Lapangan (Aslap) SPPG Kademangan 2 menjelaskan bahwa penggunaan telur dalam menu MBG merupakan tindak lanjut dari petunjuk BGN yang mengharuskan adanya menu telur dalam siklus menu mingguan.

" Kita sudah melaksanakan petunjuk dari BGN agar dalam satu minggu terdapat menu telur. Minggu ini telur kita olah dengan bumbu saus tiram. Selama ini telur memang rutin kita gunakan setiap minggu sekali sebagai bagian dari menu MBG," ujarnya, Jum'at (19/06/2026). 

Selain memenuhi kebutuhan gizi penerima manfaat, penggunaan telur juga memiliki dampak ekonomi bagi masyarakat. Seluruh kebutuhan telur yang digunakan oleh SPPG Kademangan 2 dipasok dari peternak ayam petelur lokal.

" Untuk kebutuhan telur, kita mengambil dari peternak lokal sesuai arahan BGN. Program MBG tidak hanya bertujuan meningkatkan gizi penerima manfaat, tetapi juga membantu menggerakkan ekonomi masyarakat, khususnya peternak ayam petelur di daerah," katanya.

Menurutnya, pihak SPPG berupaya menghindari kejenuhan penerima manfaat dengan menghadirkan variasi menu telur yang berbeda setiap minggunya. Variasi tersebut disusun dengan tetap memperhatikan kandungan gizi dan cita rasa.

Pada minggu-minggu sebelumnya, telur telah diolah dalam berbagai bentuk menu seperti telur balado, telur bumbu kecap, hingga telur steam. Pergantian menu dilakukan agar penerima manfaat tetap antusias menikmati makanan yang disediakan.

" Kami sengaja membuat variasi menu telur supaya anak-anak dan penerima manfaat lainnya tidak bosan. Pernah kita sajikan telur balado, telur bumbu kecap, dan telur steam. Dengan variasi tersebut mereka lebih menikmati makanan yang diberikan," ungkapnya.

Program MBG yang dijalankan SPPG Kademangan 2 selama ini juga mendapatkan respons positif dari para penerima manfaat. Hingga saat ini belum ada keluhan terkait penyajian menu telur yang diberikan setiap pekan.

" Alhamdulillah selama seminggu sekali kita menggunakan telur sebagai menu MBG, belum pernah ada protes dari penerima manfaat. Justru mereka menerima dengan baik karena menu yang disajikan selalu berganti-ganti," tambahnya.

SPPG Kademangan 2 berkomitmen untuk terus menjaga kualitas dan keberagaman menu dalam program MBG. Selain memastikan kecukupan gizi, program tersebut juga diharapkan mampu memberikan manfaat ekonomi bagi para pelaku usaha dan peternak lokal.

Melalui kolaborasi antara program pemenuhan gizi dan pemberdayaan produk lokal, SPPG Kademangan 2 optimistis program MBG dapat memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi kesehatan masyarakat sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.(Eko)