JATIMPOS.CO/KOTA PASURUAN – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Pasuruan terus memperkuat kapasitas pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) agar mampu berkembang dan bersaing di tengah perubahan dunia usaha yang semakin dinamis. Upaya tersebut diwujudkan melalui Workshop Kewirausahaan bertema "Legalitas Usaha, Kurasi, dan Pemasaran Produk" di RM Kurnia, Kota Pasuruan, Kamis (25/6/2026).

Kegiatan yang diikuti sekitar 50 pelaku UMKM dari Kota dan Kabupaten Pasuruan itu menjadi sarana peningkatan kompetensi, terutama dalam aspek legalitas, peningkatan kualitas produk, hingga strategi pemasaran di era digital.

Ketua Kadin Kota Pasuruan H. Ahmad Yani menegaskan, kepemilikan legalitas usaha menjadi faktor penting bagi keberlangsungan dan pengembangan bisnis. Menurut dia, legalitas tidak hanya berkaitan dengan administrasi, tetapi juga membuka peluang yang lebih luas bagi pelaku usaha.

"Legalitas bukan hanya sekadar pemenuhan administrasi, tetapi juga menjadi pintu masuk untuk memperoleh akses pembiayaan, kemitraan usaha, serta perluasan pasar," kata Ahmad Yani.

Ia menjelaskan, workshop tersebut merupakan bentuk komitmen Kadin dalam menjalankan perannya sebagai mitra strategis pemerintah sekaligus wadah pembinaan bagi dunia usaha. Kadin memandang UMKM sebagai tulang punggung perekonomian daerah yang harus terus didorong agar semakin mandiri dan berdaya saing.

Selain mendapatkan materi tentang legalitas usaha, peserta juga dibekali pemahaman mengenai kurasi produk untuk meningkatkan standar kualitas sehingga mampu menembus pasar yang lebih luas. Materi pemasaran, baik secara konvensional maupun digital, turut diberikan untuk memperkuat kemampuan pelaku usaha dalam memasarkan produknya.

Kegiatan tersebut didukung oleh Istana UMKM dan Sinergi Indonesia Kota Pasuruan dengan menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai sektor, di antaranya RAMTIVI, BPJS Ketenagakerjaan Cabang Kota Pasuruan, manajemen Cheers, serta Bank Mandiri.

"Kami mengusung semangat 'Bersatu Berkolaborasi' sebagai landasan program Kadin, karena keberhasilan pembangunan ekonomi tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja," ujar Ahmad Yani.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Pasuruan H. M. Nawawi mengapresiasi langkah Kadin yang secara konsisten mendukung pengembangan UMKM dan dunia usaha di daerah. Menurutnya, sinergi antara pemerintah dan pelaku usaha menjadi kunci dalam memperkuat perekonomian daerah.

"Kadin memiliki peran penting sebagai wadah bertemunya dunia usaha. Kami berharap forum seperti ini terus digalakkan karena pemerintah tidak bisa bekerja sendiri," kata Nawawi.

Nawawi juga mengingatkan pelaku UMKM agar terus beradaptasi terhadap perubahan, berinovasi, serta memanfaatkan berbagai peluang yang tersedia. Ia menilai penerapan konsep link and match dan pemanfaatan teknologi digital menjadi langkah penting agar pelaku usaha mampu naik kelas dan menjangkau pasar yang lebih luas.

"Akses pembiayaan bagi pelaku usaha kini semakin terbuka melalui berbagai lembaga keuangan dengan skema yang kompetitif. Setiap tantangan merupakan bagian dari proses untuk memperkuat daya saing," tuturnya. (shl)