JATIMPOS.CO/PASURUAN – Pemerintah Kabupaten Pasuruan menggelar Festival Pasar Murah dan Pendampingan Sertifikasi Halal UMKM/IKM di Lapangan Nguling, Desa Nguling, Kecamatan Nguling, Selasa (15/7/2026).

Kegiatan yang berlangsung hingga Rabu itu menjadi salah satu upaya pemerintah menjaga keterjangkauan harga kebutuhan pokok sekaligus memperkuat daya saing pelaku usaha mikro, kecil, dan industri kecil menengah (IKM).

Festival yang diselenggarakan melalui Dinas Koperasi, Usaha Kecil, Menengah, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskop UKM Perindag) tersebut melibatkan berbagai instansi pemerintah, dunia usaha, dan organisasi mitra. Selain menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan, kegiatan ini juga bertujuan menggerakkan perekonomian masyarakat.

Wakil Bupati Pasuruan HM Shobih Asrori membuka kegiatan tersebut. Ia menegaskan bahwa pasar murah bukan sekadar tempat bertransaksi, melainkan juga bentuk kehadiran pemerintah dalam membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau.

Menurutnya, pengendalian harga pangan menjadi salah satu prioritas pemerintah daerah agar daya beli masyarakat tetap terjaga di tengah dinamika ekonomi. Selain itu, pelaku UMKM dan IKM juga diberikan kesempatan untuk memperkenalkan produk unggulannya kepada masyarakat.

Festival ini melibatkan banyak pihak, di antaranya Pemerintah Kecamatan Nguling, Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Peternakan, Kadin Kabupaten Pasuruan, HIPMI, KOMPPAK, IWAPI, Perum Bulog, Indofood, FORISA, FINNA, HIAS, Asosiasi Pengolah dan Pemasar Perikanan Kabupaten Pasuruan, serta PT Sinergi Gula Nusantara.

Sejak dibuka, warga memadati lokasi untuk membeli berbagai kebutuhan pokok yang dijual dengan harga di bawah harga pasar. Antusiasme masyarakat terlihat dari ramainya stan penjualan yang menyediakan beragam komoditas.

Produk yang dijual meliputi beras premium Rp70 ribu per lima kilogram, beras SPHP Rp54 ribu per lima kilogram, gula pasir Rp14 ribu per kilogram, minyak goreng premium Rp17 ribu per liter, Minyakita Rp13 ribu per liter, telur ayam ras Rp20 ribu per kemasan, bawang merah Rp7 ribu per 250 gram, serta bawang putih Rp6 ribu per 250 gram.

Selain pasar murah, pemerintah juga membuka layanan gratis pengurusan Sertifikasi Halal dan Nomor Induk Berusaha (NIB). Fasilitas tersebut diharapkan dapat mempermudah UMKM dan IKM dalam meningkatkan legalitas usaha sekaligus memperluas peluang pemasaran.

Program pendampingan ini menjadi bagian dari strategi pemerintah daerah untuk mendorong pelaku usaha naik kelas, sehingga mampu bersaing di pasar yang lebih luas dan memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.

Wakil Bupati juga mengapresiasi dukungan seluruh mitra, termasuk Perum Bulog, PT Sinergi Gula Nusantara, PT Rajawali Nusindo, serta berbagai organisasi dan perusahaan yang berpartisipasi dalam penyelenggaraan festival.

HM Shobih Asrori berharap kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan berbagai pemangku kepentingan dapat terus diperkuat agar manfaatnya semakin dirasakan masyarakat.

"Kegiatan ini merupakan wujud nyata komitmen Pemerintah Kabupaten Pasuruan dalam menjaga stabilitas harga, memperkuat ketahanan pangan, sekaligus meringankan beban masyarakat dan pelaku usaha," ujarnya.

Ia menambahkan, pemerintah akan terus menghadirkan program yang mendukung kesejahteraan masyarakat.

"Kami berharap sinergi lintas sektor seperti ini terus berlanjut sehingga UMKM semakin berkembang, kebutuhan pokok tetap terjangkau, dan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Pasuruan terus meningkat," pungkasnya. (shl)