JATIMPOS.CO/SAMPANG – Antrean pasien di RSUD dr. Mohammad Zyn (RSMZ) Kabupaten Sampang masih menjadi keluhan sejumlah masyarakat. Mereka berharap pelayanan dapat ditingkatkan agar waktu tunggu pasien, khususnya lanjut usia dan penderita penyakit kronis, dapat dipersingkat.

Salah satu pasien, Morsiyeh (66), warga Dusun Tarogan, Desa Jelgung, Kecamatan Robatal, mengaku harus menunggu cukup lama untuk mendapatkan pelayanan di poliklinik mata.

"Saya terkadang malas periksa ke RSUD Sampang karena antreannya panjang. Hari ini saya datang sejak pagi, sampai menjelang siang masih menunggu. Padahal kondisi mata saya semakin memburuk," ujarnya, Senin (14/7/2026).

Keluhan serupa disampaikan Rudi yang mendampingi istrinya, Soniya Rukmana (17), warga Kecamatan Torjun, menjalani pemeriksaan di poli saraf.

Menurutnya, mereka datang lebih awal agar tidak terlalu lama mengantre. Namun hingga menjelang siang, istrinya masih belum mendapatkan giliran pemeriksaan.

"Kami berharap persoalan antrean ini bisa segera dibenahi agar pasien yang kondisinya kurang sehat tidak harus menunggu terlalu lama," katanya.

Keluhan mengenai antrean tersebut muncul di tengah upaya pembenahan pelayanan yang tengah dilakukan manajemen RSUD Mohammad Zyn di bawah Direktur Andi Andrian Hasan yang mulai menjabat pada Juni 2026.

Salah satu program yang telah diperkenalkan ialah layanan High Care Unit (HCU) Matahari.

Terkait program tersebut, terdapat pandangan berbeda mengenai awal pengembangannya. Seorang narasumber yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan menyebut konsep HCU Matahari telah dirancang sebelum pergantian direktur.

"Program High Care Unit Matahari itu sudah dirancang sebelumnya sebagai penguatan layanan ICCU," ujar narasumber.

Namun, keterangan tersebut dibantah oleh Humas RSUD Mohammad Zyn, Amin Jakfar Sadik.

Menurut Amin, program HCU Matahari merupakan gagasan Direktur Andi Andrian Hasan setelah menjabat sebagai direktur rumah sakit.

"Program itu digagas oleh Pak Direktur sekitar satu minggu setelah beliau menjabat dan diluncurkan sekitar satu bulan kemudian," jelas Amin.

Terkait keluhan antrean pasien, Amin mengatakan pihak rumah sakit telah menyiapkan penataan sistem pelayanan yang dijadwalkan mulai diterapkan bulan depan.

"Insya Allah bulan depan seluruh pasien, baik yang mendaftar secara manual maupun melalui Mobile JKN, akan langsung menuju poli tujuan tanpa harus mengambil antrean lagi di loket pendaftaran," ujarnya.

Manajemen berharap perubahan sistem tersebut dapat mempercepat alur pelayanan sekaligus mengurangi antrean pasien di poliklinik. (dir)