JATIMPOS.CO/BONDOWOSO. Aktivitas di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kademangan 2, Bondowoso, dimulai sejak pagi. Sebelum makanan bergizi didistribusikan kepada para penerima manfaat, berbagai persiapan dilakukan untuk memastikan seluruh proses berjalan lancar, termasuk pengecekan kendaraan operasional.

Salah satu sopir SPPG Kademangan 2, Ega Maulana Ichsan, mengatakan dirinya sudah berada di dapur sekitar pukul 06.00 WIB. Kedatangannya lebih awal dilakukan untuk memastikan kendaraan yang digunakan mengangkut makanan dalam kondisi siap sebelum berangkat melakukan distribusi.

" Jam 6 sudah di dapur. Sebelum distribusi kita cek dulu oli, air radiator, tekanan ban, kemudian bersih-bersih," kata Ega, Selasa (18/8/2026). 

Menurutnya, pengecekan tersebut menjadi bagian dari rutinitas sebelum kendaraan digunakan. Baginya, kondisi kendaraan tidak boleh dianggap sepele karena kendaraan menjadi salah satu penunjang kelancaran distribusi makanan dari dapur SPPG menuju penerima manfaat.

Pengecekan dilakukan mulai dari bagian mesin hingga kondisi ban. Oli dan air radiator diperiksa untuk memastikan mesin bekerja dengan baik, sementara tekanan ban juga diperhatikan demi keamanan selama perjalanan.

Selain pemeriksaan teknis, kebersihan kendaraan turut menjadi perhatian. Kendaraan dibersihkan sebelum digunakan untuk membawa makanan agar proses distribusi tetap dilakukan dengan memperhatikan kebersihan dan kelayakan sarana pengangkutan.

Ia mengatakan kondisi mesin kendaraan selama ini relatif aman. Salah satu alasannya karena kendaraan mendapatkan perawatan secara berkala sehingga potensi gangguan saat digunakan untuk distribusi dapat diminimalkan.

" Mesin aman karena setiap tiga bulan sekali kita selalu servis dan ganti oli," ujarnya.

Perawatan berkala tersebut dilakukan sebagai bentuk antisipasi agar kendaraan tidak mudah mengalami kendala ketika menjalankan tugas. Apalagi, distribusi makanan membutuhkan ketepatan waktu agar makanan dapat sampai kepada penerima sesuai jadwal.

Baginya, tugas sopir bukan hanya mengantarkan kendaraan dari satu lokasi ke lokasi lainnya. Ada tanggung jawab untuk memastikan kendaraan yang digunakan benar-benar siap, sehingga proses pengiriman makanan dari dapur SPPG dapat berlangsung tanpa hambatan.

Kesiapan kendaraan juga menjadi bagian dari rangkaian panjang pelayanan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Setelah makanan selesai disiapkan di dapur, makanan harus melalui proses pengantaran sebelum diterima oleh sasaran penerima manfaat.

Karena itu, persiapan sejak pagi menjadi hal penting bagi para sopir SPPG. Pemeriksaan sederhana seperti oli, air radiator, tekanan ban, hingga kebersihan kendaraan dilakukan sebelum roda distribusi mulai bergerak.

Rutinitas tersebut menunjukkan bahwa kelancaran program MBG tidak hanya bergantung pada proses pengolahan makanan di dapur.

Di balik distribusi makanan setiap hari, terdapat sejumlah tahapan dan petugas yang memastikan makanan dapat dikirim dengan aman, tepat waktu, dan kendaraan dalam kondisi siap digunakan.(Eko)