JATIMPOS.CO/BANYUWANGI – Kabupaten Banyuwangi menjadi salah satu daerah yang masuk dalam program pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas total 100 Gigawatt peak (GWp) yang diluncurkan Presiden Prabowo Subianto.
Program tersebut diluncurkan secara serentak dari Denpasar, Bali, Selasa (25/8/2026), dan diikuti secara daring oleh 14 lokasi PLTS lainnya, termasuk Banyuwangi.
“Dengan ini secara resmi saya luncurkan program Pembangkit Listrik Tenaga Surya 100 Gigawatt peak,” kata Prabowo saat peluncuran.
Prabowo mengatakan kapasitas pembangkit listrik nasional saat ini mencapai sekitar 88 GW yang berasal dari sejumlah sumber energi, seperti batu bara, minyak, gas, panas bumi, serta energi terbarukan lainnya.
Menurutnya, pemerintah menargetkan pembangunan PLTS berkapasitas 100 GWp tersebut dapat diselesaikan dalam waktu tiga tahun.
“Saat ini seluruh listrik kita 88 GW, dari batu bara, minyak, gas, geothermal. Kita akan membangun 100 GW. Target kita 100 GW dalam tiga tahun,” ujar Prabowo.
Di Banyuwangi, pembangunan PLTS direncanakan berada di lahan seluas sekitar 130 hektare milik PTPN I Regional 5, Kecamatan Kalipuro.
Lokasi tersebut dipilih karena memiliki potensi iradiasi matahari yang dinilai mendukung pengembangan pembangkit listrik tenaga surya.
PLTS Banyuwangi direncanakan memiliki kapasitas sebesar 130,2 Megawatt peak (MWp) dan menjadi salah satu dari 15 titik pembangunan dalam program PLTS 100 GWp.
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani yang mengikuti peluncuran tersebut mengatakan pemerintah daerah siap mendukung proses pembangunan PLTS di wilayahnya.
“Program pembangunan PLTS ini termasuk salah satu Program Strategis Nasional (PSN),” kata Ipuk.
Menurut Ipuk, pembangunan PLTS di Banyuwangi menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam meningkatkan pemanfaatan energi baru dan terbarukan.
Pemerintah daerah, kata dia, akan mendukung kelancaran program tersebut sesuai dengan kewenangan yang dimiliki.
Program pembangunan PLTS 100 GWp tersebut menjadi bagian dari kebijakan pemerintah dalam pengembangan energi terbarukan sekaligus menambah kapasitas pembangkit listrik nasional. (ren)