JATIMPOS.CO//BONDOWOSO. PT Hastari Jaya Sentosa melihat peluang investasi di Kabupaten Bondowoso melalui pengembangan infrastruktur dengan skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU).

Ketertarikan tersebut mulai diwujudkan melalui penandatanganan Kesepakatan Bersama dengan Pemerintah Kabupaten Bondowoso terkait Studi Kelayakan Penyediaan Infrastruktur Strategis Melalui KPBU, Jumat (28/8/2026).

Direktur Utama PT Hastari Jaya Sentosa, Samuel P.J, mengatakan Bondowoso menjadi salah satu daerah yang dinilai memiliki potensi untuk dikembangkan melalui skema kerja sama pemerintah dan badan usaha.

Menurut dia, potensi tersebut menjadi alasan perusahaan memberikan perhatian lebih terhadap peluang investasi dan pembangunan infrastruktur di Bondowoso.

" Bondowoso salah satu daerah yang kami rasa punya potensi tinggi untuk pengembangan skema KPBU. Kami punya semangat yang tinggi untuk membangun negeri. Selain melakukan kegiatan bisnis, kami melihat Bondowoso punya potensi yang besar," ujar Samuel.

Meski demikian, Samuel mengatakan perusahaan belum menentukan sektor infrastruktur tertentu yang akan dikembangkan. Saat ini, PT Hastari Jaya Sentosa masih melakukan pemetaan terhadap berbagai sektor yang memungkinkan untuk dikerjasamakan.

" Kita masih di tahap nota kesepahaman dan mencoba melihat pemetaannya seperti apa, sektor-sektor apa yang bisa kita coba jalin. Sehingga saat investasi masuk sudah terukur dan terarah," katanya.

Bagi PT Hastari Jaya Sentosa, pemetaan tersebut menjadi tahap penting sebelum investasi dilakukan. Perusahaan ingin memastikan proyek yang nantinya dipilih memiliki prospek yang jelas, baik dari sisi kebutuhan, kelayakan maupun keberlanjutan investasi.

Samuel mengatakan skema Public Private Partnership atau KPBU memberikan peluang bagi perusahaan swasta untuk ikut mengambil bagian dalam pembangunan infrastruktur daerah.

" Ini langkah yang baik bagi kedua pihak, antara swasta dan pemerintah untuk berkolaborasi. Public Private Partnership bisa menjadi wadah bagi pemerintah memberikan ruang kepada swasta untuk mendukung program-program infrastruktur yang dicanangkan daerah," ujarnya.

Melalui skema tersebut, perusahaan tidak hanya melihat Bondowoso sebagai lokasi investasi, tetapi juga sebagai daerah yang memiliki potensi untuk dikembangkan melalui kolaborasi jangka panjang antara pemerintah dan dunia usaha.

Menurut Samuel, keterlibatan badan usaha dalam pembangunan infrastruktur dapat memberikan alternatif pembiayaan sekaligus membuka peluang pengembangan proyek yang lebih terukur.

Karena itu, PT Hastari Jaya Sentosa menempatkan Bondowoso sebagai salah satu daerah yang akan dijajaki lebih lanjut. Tahapan berikutnya akan diarahkan pada identifikasi sektor dan penyusunan kajian untuk mengetahui proyek yang paling memungkinkan dikembangkan.

Studi kelayakan yang dilakukan nantinya akan mencakup sejumlah aspek, mulai dari teknis, hukum, keuangan, model bisnis hingga tahapan pelaksanaan. Kajian tersebut menjadi dasar untuk menentukan apakah suatu proyek layak dikembangkan melalui skema KPBU.

Sementara itu, Bupati Bondowoso Abdul Hamid Wahid menyambut kerja sama tersebut sebagai peluang untuk mengidentifikasi potensi daerah sekaligus menemukan alternatif pembiayaan pembangunan.

" Dengan terlaksananya kerja sama ini kita dapat mengidentifikasi masalah, mengenali potensi daerah, serta menemukan peluang pembiayaan yang tepat," kata Abdul Hamid.

Kerja sama tersebut diharapkan menjadi langkah awal bagi PT Hastari Jaya Sentosa untuk melihat lebih jauh potensi investasi di Bondowoso. 

Bagi pemerintah daerah, masuknya dunia usaha diharapkan dapat membuka peluang pembangunan infrastruktur strategis yang memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus memperkuat daya saing daerah.(Eko)