JATIMPOS.CO, KABUPATEN JEMBER — Pengurus Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kabupaten Jember resmi dilantik dalam sebuah prosesi khidmat yang menegaskan komitmen penguatan sektor pertanian daerah. Pelantikan ini menjadi momentum strategis untuk mempererat sinergi antara organisasi petani dan pemerintah daerah dalam menyelesaikan berbagai persoalan krusial di tingkat akar rumput.

Bupati Jember hadir dalam acara tersebut dan menyatakan kesiapan penuh untuk berkolaborasi dengan HKTI, khususnya dalam mengawal dan membantu penyaluran pupuk bersubsidi agar tepat sasaran. 

"Pemerintah Kabupaten Jember memandang peran HKTI sangat vital sebagai jembatan penghubung yang memahami kondisi riil di lapangan, sehingga distribusi pupuk dapat benar-benar dinikmati oleh petani yang berhak dan membutuhkan," kata Gus Fawait.

"Sesuai amanat Presiden Prabowo bahwa Indonesia satu satunya yang mampu menjaga ketahanan pangan di masa masa krisis kemaren. Jadi sektor pertanian betul betul akan mendapat bantuan dan perhatian serius oleh pemerintah pusat. Melalui HKTI inilah nantinya Kabupaten Jember bisa kembali mendapatkan bantuan yang menjadikan Lumbung Pangan Nasional," ulasnya.

Menanggapi komitmen tersebut, Ketua HKTI Jember, Ponimin Tohari, menegaskan bahwa pihaknya akan segera mengambil langkah taktis. Dalam waktu dekat, ia akan memanggil seluruh pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) HKTI di tiap kecamatan untuk turun tangan menggali data secara akurat mengenai petani yang selama ini tidak mendapatkan alokasi pupuk bersubsidi.

"Langkah pendataan mandiri kami rasa merupakan langkah krusial untuk membenahi sengkarut distribusi pupuk di Jember. Dengan data valid yang berbasis dari bawah, HKTI Jember berharap disparitas antara kuota dan kebutuhan riil petani dapat segera teratasi, sekaligus mencegah potensi penyimpangan distribusi di tingkat lokal," ujar Ketua HKTI Jember Ponimin Tohari. (Ari)