JATIMPOS.CO//PASURUAN – Danone Indonesia berkolaborasi dengan sejumlah pihak untuk mendukung akses air bersih dan sanitasi di lingkungan pesantren Kabupaten Pasuruan. Kegiatan tersebut diikuti sekitar 3.600 peserta dari berbagai unsur pesantren, Kamis (8/10/2026).

Kolaborasi tersebut melibatkan unsur pesantren, pemerintah daerah, lembaga sosial, serta pemangku kepentingan lainnya. Kegiatan diisi dengan edukasi mengenai air minum, sanitasi, kesehatan lingkungan, dan penerapan perilaku hidup bersih dan sehat.

Foto: Sesi edukasi dan sosialisasi mengenai pentingnya air minum, sanitasi, dan pola hidup sehat kepada para santri, Kamis (8/10/2026).

Direktur Public Affairs & Sustainability Danone Indonesia Karyanto Wibowo mengatakan, pesantren memiliki peran strategis karena tidak hanya menjadi tempat pendidikan keagamaan, tetapi juga memiliki pengaruh dalam membentuk kebiasaan masyarakat.

“Peran pesantren sangat strategis dalam memberikan pengaruh besar bagi masyarakat, terutama dalam membangun kebiasaan yang layak dan sehat,” ujar Karyanto.

Menurutnya, penyediaan sarana air bersih dan sanitasi perlu disertai edukasi mengenai perilaku hidup bersih agar fasilitas tersebut dapat dimanfaatkan dan dirawat secara berkelanjutan.

“Keberadaan sarana air bersih dan sanitasi harus dibarengi perilaku hidup bersih agar manfaatnya benar-benar dirasakan para santri,” lanjutnya.

Kegiatan tersebut juga menghadirkan pimpinan sekaligus pengasuh Pondok Pesantren Ngalah, Gus Assoc. Prof. Dr. H. Kholid Murtadlo, S.E., M.E., yang juga menjabat Rektor Universitas Yudharta Pasuruan.

Kholid Murtadlo menyampaikan pentingnya kepedulian bersama terhadap lingkungan pesantren. Menurutnya, lingkungan yang sehat menjadi bagian penting dalam menunjang aktivitas pendidikan, ibadah, dan kehidupan para santri.

Sementara itu, Ketua Dewan Pesantren Pasuruan KH Taufiq menyambut baik kolaborasi tersebut. Ia menyebut air bersih dan sanitasi merupakan kebutuhan penting dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan pesantren.

“Kami menyambut baik kerja sama ini karena kebutuhan air bersih dan sanitasi merupakan bagian penting dalam mendukung kehidupan santri,” kata KH Taufiq.

Ia berharap kerja sama antara pesantren, pemerintah, lembaga sosial, dan dunia usaha dapat terus berlanjut, termasuk dalam aspek pemeliharaan fasilitas dan edukasi kepada para pengguna.

“Harapannya, upaya bersama ini terus berlanjut sehingga manfaatnya semakin luas bagi pesantren dan masyarakat,” ujarnya. (shl)