JATIMPOS.CO/KABUPATEN MOJOKERTO – Guna mencegah terjadinya kerusakan parah pada gedung sekolah, para Kepala Sekolah SD/SMP diimbau untuk aktif melakukan pemeliharaan terhadap sekolahnya masing – masing. Hal itu disampaikan Kepala Bidang sarana prasarana (Kabid Sarpras) Dinas Pendidikan Adi Mahendarto saat ditemui di Dinas Pendidikan Kabupaten Mojokerto, Senin (4/9/2023).
Menurutnya, kerusakan gedung sekolah terkadang dimulai dari kerusakan ringan, lalu dibiarkan akhirnya timbul kerusakan yang lebih besar. “Bila ada genteng sekolah mulai bocor, atau dinding mulai rusak, tolong segera diperbaiki, mungkin anggaran perawatan gedung sekolah bisa diambilkan dari dana BOS,” katanya.
Mengenai ambruknya atap genteng yang terjadi pada SDN Gembongan Kecamatan Gedeg Kabupaten Mojokerto, Adi panggilan akrab Kabid Sarpras, mengatakan sudah menyiapkan langkah-langkah penanganan alternatif agar bangunan tidak membahayakan keselamatan siswa.
Langkah penanganan jangka pendek, genteng harus segera diturunkan agar tak berjatuhan, dan tak merembet ke genteng kanan kirinya. “Dinas Pendidikan telah memerintahkan kepala sekolah (Kasek) untuk menurunkan gentengnya, itu dilakukan agar tidak membahayakan siswa serta untuk meminimalisir merantaknya kerusakan yang lebih parah,” ucapnya.
Adi Mahendarto juga menjelaskan langkah yang diambil Dinas Pendidikan dalam jangka panjang, yaitu mengusulkan rahabilitasi atap gedung SDN Gembongan yang ambruk, akan diakomodir di anggaran tahun 2024, pada saat perubahan anggaran pendapatan belanja daerah (P- APBD).
"Setiap laporan sekolah rusak, Dinas Pendidikan merespon, karena yang dinaungi banyak, maka ada skala prioritas penanganan, diferivikasi sesuai ketentuan, kalau SDN Gembongan diusulkan rehab dari anggaran 2024," ujar Kabid Adi Mahendarto. (din)