JATIMPOS.CO/KOTA MADIUN — Kota Madiun kembali mencatatkan capaian membanggakan dalam upaya pembangunan lingkungan berkelanjutan. Sebanyak 31 sekolah dari berbagai jenjang di kota ini berhasil meraih penghargaan Adiwiyata Mandiri dan Adiwiyata Nasional 2025, menjadikan Kota Madiun sebagai daerah dengan raihan Adiwiyata terbanyak di Jawa Timur.
Penghargaan diberikan oleh Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq dalam acara penganugerahan Adiwiyata di Gedung Sasono Utomo, TMII, Jakarta, Kamis (11/12/2025).
Dari total 31 sekolah tersebut, 21 sekolah menerima predikat Adiwiyata Nasional, sementara 10 sekolah lainnya meraih predikat Adiwiyata Mandiri, kategori tertinggi dalam program penguatan budaya peduli lingkungan di satuan pendidikan.
Wali Kota Madiun Maidi menegaskan bahwa capaian tahun ini sekaligus membuktikan komitmen kuat pemerintah daerah dalam membangun budaya lingkungan sejak dini. Ia menyebut Madiun berhasil “menyalip Jawa Timur nomor satu” dalam raihan predikat Adiwiyata.
“Kemarin ada Adiwiyata Nasional, ada 21. Hebat, luar biasa. Kita nyalip Jawa Timur nomor satu. Kalau Adiwiyata sudah bagus, lingkungan sekolah bagus, apalagi ada MBG, SDM anak-anak meningkat cepat,” ujar Maidi.
Menurut Maidi, sekolah-sekolah di Kota Madiun telah menunjukkan kemajuan signifikan dalam pengelolaan lingkungan. Bahkan ia menargetkan agar seluruh sekolah memiliki rumah plastik sebagai pusat edukasi dan pemilahan sampah.
“Semua sekolah wajib punya rumah plastik. Setelah dipilah, silakan dimanfaatkan. Tapi wajib mulai 2026 sudah berjalan. Dan di Kota Madiun ini kalau ada usaha yang tidak bisa kendalikan sampahnya, akan saya ingatkan, dan kalau tetap mencemari lingkungan, saya tutup,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Madiun, Lismawati, menyampaikan bahwa seluruh sekolah di Kota Madiun kini telah menyandang status Adiwiyata, baik tingkat kota, provinsi, nasional, maupun mandiri.
"Prinsipnya, kita selalu mendorong semua sekolah menjadi Adiwiyata. Saat ini semua sekolah di Kota Madiun sudah Adiwiyata. Tahun ini capaian luar biasa, 31 sekolah meraih Adiwiyata Nasional dan Mandiri. Ini terbanyak se-Jawa Timur,” ujarnya.
Lismawati menekankan pentingnya pendidikan lingkungan sejak dini agar perilaku peduli lingkungan menjadi budaya yang terbawa hingga ke rumah dan masyarakat.
"Esensinya adalah bagaimana anak-anak berperilaku hidup bersih, sehat, dan hijau di sekolah, di rumah, dan di lingkungan sekitar. Mereka dilatih memilah sampah, membedakan botol, plastik, kertas. Harus terus diberi contoh agar perilaku itu terbentuk,” katanya.
Ia menambahkan bahwa capaian kali ini tidak lepas dari kerja sama erat antara Dinas Pendidikan dan Dinas Lingkungan Hidup Kota Madiun.
21 daftar Sekolah Penerima Adiwiyata Nasional tersebut, yaitu MI Al-Irsyad; SD Islam Siti Hajar; SD Muhammadiyah Kota Madiun; SD Nasional Tiga Bahasa Mitra Harapan; SDK Santo Bernardus; SDK Santo Yusuf; SDN 01 Demangan; SDN 01 Kanigoro; SDN 01 Kartoharjo; SDN 01 Nambangan Kidul; SDN 01 Nambangan Lor; SDN 02 Winongo; SDN 03 Josenan; SDN 03 Kanigoro; SDN 03 Manisrejo; SDN Kuncen; SDN Sukosari; SMK Kesehatan Aditapa; SMP Taman Bakti; SMPK Santo Yusuf; SMPN 6 Kota Madiun.
Sedangkan 10 Sekolah Penerima Adiwiyata Mandiri, yaitu SDN 01 Josenan; SDN 01 Madiun Lor; SDN 01 Mojorejo; SDN 01 Taman; SDN 03 Klegen; SDN 04 Madiun Lor; SDN 05 Madiun Lor; SDN Banjarejo; SDN Ngegong; SMPN 2 Kota Madiun.
Dengan capaian ini, Kota Madiun tak hanya mencatat prestasi kuantitatif, namun juga menunjukkan arah pembangunan pendidikan yang berpijak pada keberlanjutan lingkungan. Pemerintah berharap budaya ramah lingkungan yang tumbuh di sekolah dapat menjadi fondasi kuat pembentukan karakter generasi masa depan. (jum).