JATIMPOS.CO//BONDOWOSO. Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026 di Kabupaten Bondowoso tidak hanya menjadi momentum untuk mengenang kiprah santri dalam sejarah bangsa. Semangat tersebut juga diterjemahkan melalui ruang kompetisi dan pembinaan karakter bagi pelajar.
Hal itu terlihat dalam rangkaian kegiatan HSN 2026 yang digelar di SMKS Manbaul Ulum Wonosari. Lebih dari 700 pelajar dari berbagai MTs dan SMP negeri maupun swasta se-Kabupaten Bondowoso mengikuti sejumlah kompetisi yang disiapkan dalam kegiatan tersebut.
Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Wakil Bupati Bondowoso dan dihadiri sejumlah unsur pemerintah daerah, instansi terkait, tokoh pendidikan, jajaran Pondok Pesantren Manbaul Ulum, kepala sekolah, guru pendamping, serta peserta lomba.
Kepala SMKS Manbaul Ulum Wonosari, H. Hairul, M.Pd., mengatakan peringatan HSN perlu diisi dengan kegiatan yang relevan dengan kebutuhan generasi muda saat ini.
Menurut dia, semangat santri tidak cukup hanya dipahami sebagai bagian dari sejarah, tetapi perlu diwujudkan melalui sikap dan prestasi generasi muda.
“Hari Santri bukan hanya tentang mengenang sejarah, tetapi bagaimana semangat santri hari ini mampu diwujudkan melalui prestasi, akhlak, kreativitas, disiplin, dan kecintaan kepada bangsa dan negara,” kata Hairul.
Ia menilai kegiatan kompetisi dapat menjadi salah satu sarana untuk membangun kepercayaan diri sekaligus mengasah kemampuan pelajar. Selain itu, interaksi antarpeserta dari berbagai lembaga pendidikan dapat memperluas ruang silaturahmi di kalangan pelajar.
Kehadiran lebih dari 700 peserta dari berbagai wilayah Bondowoso juga menunjukkan tingginya antusiasme lembaga pendidikan dalam menyambut momentum Hari Santri.
Bagi SMKS Manbaul Ulum Wonosari, keterlibatan pelajar dalam kegiatan tersebut tidak semata-mata diarahkan untuk mengejar kemenangan dalam perlombaan.
Lebih dari itu, kompetisi diharapkan menjadi media untuk menanamkan nilai sportivitas, kedisiplinan, kreativitas, tanggung jawab, serta kemampuan bekerja sama.
Nilai-nilai tersebut dinilai penting untuk membentuk generasi muda yang tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga memiliki karakter dan kemampuan beradaptasi dengan perkembangan zaman.
Kegiatan HSN 2026 sekaligus mempertemukan pelajar dari berbagai latar belakang lembaga pendidikan. Pertemuan tersebut membuka ruang bagi mereka untuk saling mengenal, bertukar pengalaman, dan membangun semangat kompetisi yang sehat.
Hairul mengatakan SMKS Manbaul Ulum Wonosari berkomitmen untuk terus mengambil bagian dalam pengembangan potensi generasi muda di Bondowoso.
“Harapannya, kegiatan ini bisa menjadi ruang bagi anak-anak untuk menunjukkan potensi mereka sekaligus belajar tentang sportivitas dan kebersamaan,” ujarnya.
Melalui momentum HSN 2026, SMKS Manbaul Ulum Wonosari ingin menjadikan lingkungan pendidikan bukan hanya sebagai tempat memperoleh pengetahuan, tetapi juga sebagai ruang untuk membangun karakter dan mengembangkan potensi peserta didik.
Dengan demikian, semangat Hari Santri diharapkan tidak berhenti pada peringatan seremonial, tetapi dapat diteruskan melalui lahirnya generasi muda Bondowoso yang berprestasi, berkarakter, religius, dan memiliki kepedulian terhadap bangsa.(Eko)