JATIMPOS.CO/BONDOWOSO - Terjadinya banjir bandang dan tanah longsor di beberapa wilayah di Kabupaten Bondowoso, Sekretaris Komisi IV DPRD Bondowoso, Abdul Majid menilai bahwa Pemerintah Daerah kurang respect dan kurang tanggap.
Selain itu, hingga saat ini pihaknya (Komisi IV. red) yang juga merupakan mitra dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) masih belum menerima hasil koordinasi, baik dari PJ Bupati maupun PLH Sekda serta OPD terkait.
Dirinya menilai bahwa pasca kejadian banjir bandang dan tanah longsor di Desa Tangsel Wetan, Desa Pasarejo, Kecamatan Wonosari dan Desa Gunosari Kecamatan Tlogosari, adalah bukti bahwa pemerintah kurang respek dan tanggap dalam memitigasi potensi dan bahaya bencana.
"Ini ada indikasi terjadi pembiaran dan tidak ada koordinasi dan kolaborasi pemerintah, karena sampai saat ini masih belum ada perintah dari PJ Bupati terkait adanya bencana, " kata Majid saat dihubungi melalui telefon selulernya, Selasa (10/12/2024) malam.
Dirinya menyebut bahwa ini fakta, terbukti sejak awal APBD 2024 yang sangat minim dan jauh dari kecukupan akan potensi bahaya dan malapetaka,
Hal tersebut juga akan berakibat pada menurunnya daya tahan masyarakat yg secara umum berdampak pada peningkatan ekonomi.
"Saya minta kepada saudara Pj Bupati dan PLH Sekda agar segera mengkonsolidasikan OPD terkait melakukan pembenahan rehabilitasi rekontruksi dan sosial pada masyarakat yang berdampak serius, " ungkap Majid yang juga Anggota Fraksi Gerindra.
Dirinya juga meminta dalam kejadian tersebut dalam waktu 3 hari harus ada langkah kongkret, baik koordinasi dan pemetaan wilayah terdampak.
"BPPD yang juga kurang support kebijakan dan anggaran sehingga kurang mengampu tugas yang bersifat emergency dan force majeure," pungkasnya.
Disamping itu, Komisi IV juga menyoroti beberapa peralatan yang kurang layak hingga perhatian terhadap petugas BPBD.
"Seperti peralatan Chain Saw atau alat pemotong kayu, generator, kendaraan taktis yang dibutuhkan serta petugas di masing-masing kecamatan yang apabila ada bencana juga kurang ada perhatian,dibuktikan mereka tidak memperoleh insentif yang memadai," pungkasnya.
perlu diketahui, terjadinya banjir bandang dan tanah longsor di beberapa wilayah diakibatkan itensitas curah hujan lebat dan tanah labil, diperkirakan terjadinya bencana sekitar pukul 13.00 WIB pada hari Selasa (10/12/2024). (Eko).