JATIMPOS.CO/BONDOWOSO. Pemerintah Kabupaten Bondowoso menempatkan bantuan langsung dan pemulihan cepat sebagai prioritas setelah puting beliung yang meluluhlantakkan bagian dari Kecamatan Jambesari Darussholah dan Pujer dua hari lalu.
Langkah pemerintah kini terfokus pada penyaluran bantuan primer, perbaikan sementara rumah, dan koordinasi sumber dana untuk perbaikan lebih lanjut.
Informasi sementara dari BPBD Bondowoso, Total 269 rumah terdampak, 12 rumah rusak berat, 62 rusak sedang, dan sisanya rusak ringan.
Untuk mengatasi kebutuhan mendesak, Pemkab menggandeng Baznas, PMI, dan Dinas Sosial menyalurkan bantuan primer berupa paket sembako kepada keluarga yang terdampak angin puting beliung.
Untuk kasus rusak sedang dan berat, pemerintah menyiapkan bantuan sekunder untuk pemulihan fungsional, misalnya paket kebutuhan anak, kompor, dan material untuk perbaikan non-permanen agar rumah bisa ditempati kembali sementara waktu.
Bupati Bondowoso, Abdul Hamid Wahid menyatakan ada upaya pencarian sumber dana untuk perbaikan.
" Bantuan akan diberikan meskipun sifatnya tidak besar tujuannya membantu meringankan beban awal korban sekaligus mengevaluasi kemungkinan menggunakan anggaran RTLH atau BTT sesuai regulasi, " Ungkapnya, Minggu (07/12/2025).
Plt Kalaksa BPBD, Kristianto, menegaskan pentingnya membedakan fungsi BTT.
" BTT untuk penanganan darurat evakuasi dan kebutuhan cepat, bukan untuk pemulihan jangka panjang." Katanya.
Karena itu, langkah awal yang dilakukan BPBD adalah respon cepat dan perbaikan non-permanen dengan material yang bisa diaplikasikan langsung oleh warga.
Pemkab juga mempercepat komunikasi dengan pihak-pihak donatur dan lembaga terkait agar bantuan lanjutan bisa direalisasikan secepatnya. Selain logistik bantuan, fokus saat ini termasuk pendataan ulang kerusakan agar alokasi bantuan berikutnya tepat sasaran.
BPBD mengimbau masyarakat tetap waspada menghadapi kemungkinan cuaca ekstrem hingga awal tahun dan terus mengikuti informasi resmi BMKG. (Eko)