JATIMPOS.CO/BONDOWOSO. Sebuah masjid di Desa Karanganyar, Kecamatan Tegalampel, Kabupaten Bondowoso, sempat ditutup dengan cara penyegelan gerbang menggunakan pagar bambu oleh oknum warga. Peristiwa itu terjadi di tengah aktivitas ibadah Ramadan dan langsung menyita perhatian masyarakat.
Penutupan dilakukan pada Selasa lalu, dua hari sebelum keterangan resmi disampaikan pemerintah desa. Gerbang utama masjid terlihat dipalang menggunakan pagar bambu sehingga akses utama jamaah tertutup.
Meski demikian, ibadah tetap berlangsung karena jamaah masih dapat masuk melalui akses jalan kecil di samping area masjid.
Seorang unsur pemerintahan Desa Karanganyar mengungkapkan, konflik tersebut sebenarnya telah berlangsung lama dan berakar pada perselisihan antara pihak masjid dan seorang oknum pengurus lembaga yang juga sebagai pegawai KUA di dekat lokasi.
" Persoalan berakar dari perselisihan antara pihak masjid dengan salah seorang oknum pengurus lembaga madrasah di sebelah utara bangunan ibadah," ujarnya, Kamis (19/2/2026).
Ia menjelaskan, masyarakat sejak awal tidak menginginkan pertikaian tersebut berkembang menjadi konflik terbuka. Karena itu, warga sepakat mencari solusi menyeluruh agar ketegangan tidak semakin meluas.
" Tujuannya agar tidak terjadi benturan langsung di lapangan," katanya menjelaskan alasan tindakan tersebut.
Terkait siapa pelaku utama penutupan, pemerintah desa mengaku masih menelusuri informasi di lapangan. Identitas pihak yang memprakarsai penyegelan belum dipastikan secara jelas.
Isu yang menyebut penutupan telah mendapat persetujuan dari pihak Kantor Urusan Agama juga dibantah. Disebutkan, pihak KUA justru baru mengetahui kejadian tersebut setelah melakukan konfirmasi kepada pemerintah desa.
Pemerintah desa bersama KUA berencana menggelar pertemuan yang melibatkan masyarakat, ahli waris wakaf, serta keluarga wakif guna membahas persoalan secara terbuka.
Sumber desa menilai, konflik yang terjadi pada dasarnya bersifat internal dan berkaitan dengan hubungan kekerabatan. Namun, persoalan tersebut merembet hingga memicu penutupan akses masjid.
Hingga kini belum ada keputusan final terkait pembukaan penuh gerbang utama. Pemerintah desa menyatakan akan terus melakukan pendekatan persuasif agar situasi tetap kondusif selama Ramadan.(Eko)
