JATIMPOS.CO/MOJOKERTO – Gerak cepat aparat kepolisian patut diapresiasi. Hanya dalam waktu kurang dari empat jam, pelaku tragedi kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang menewaskan seorang ibu mertua dan melukai seorang istri Sriwahyuni (36) di Dusun Sumbertempur Desa Sumbergirang Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto, berhasil diringkus.

Pelaku berinisial S (43) diamankan oleh Satreskrim Polres Mojokerto pada Rabu (6/5/2026) sekitar pukul 10.00 WIB di kawasan Asemrowo, Surabaya, saat mencoba melarikan diri usai melakukan aksi brutalnya.

Kasatreskrim Polres Mojokerto, AKP Aldhino Prima Wirdhan, mengungkapkan bahwa pelaku ditangkap di pinggir jalan ketika hendak melanjutkan pelariannya.

“Setelah kejadian, pelaku kabur menggunakan bus Trans menuju Surabaya untuk menemui rekannya. Saat berada di wilayah Asemrowo, berhasil kami amankan,” ujarnya.

Dari hasil penyelidikan awal, pelaku ini diduga mau ke luar pulau. Ia disebut hendak berangkat ke Kalimantan untuk bekerja bersama temannya. Bahkan, pelaku sempat diantar oleh keluarganya dari Desa Sumbergirang, Kecamatan Puri, menuju titik keberangkatan bus.

Peristiwa berdarah tersebut terjadi pada Rabu (6/5) pagi sekitar pukul 08.30 WIB di sebuah rumah kontrakan di Dusun Sumbertempur. Insiden dipicu cekcok rumah tangga antara pelaku dan istrinya yang berujung pada aksi kekerasan.

Dalam kondisi emosi, pelaku menganiaya istrinya, Sri Wahyuni (36), hingga mengalami luka berat di bagian leher dan kini dalam kondisi kritis.

Nahas, di tengah pertengkaran itu, ibu korban, Siti Arofah (52), datang untuk mengantarkan paket. Diduga berniat melerai, ia justru menjadi korban amukan pelaku hingga mengalami luka fatal dan meninggal dunia di lokasi kejadian.

“Korban meninggal dunia telah dibawa ke RS Bhayangkara Pusdik Porong untuk keperluan autopsi, sementara korban luka berat masih menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit kawasan Mojokerto,” tambah Aldhino.

Petugas kepolisian juga telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta mengamankan sejumlah barang bukti guna mendukung proses penyidikan.

Hingga kini, motif pasti di balik aksi keji tersebut masih didalami. Namun, keterangan sementara dari warga sekitar menyebutkan bahwa sebelum kejadian sempat terjadi pertengkaran hebat di dalam rumah.

Kasus ini masih terus dikembangkan oleh Satreskrim Polres Mojokerto guna mengungkap secara menyeluruh latar belakang peristiwa yang mengguncang warga tersebut. ( din)