JATIMPOS.CO/SAMPANG - Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (Samsat) Kabupaten Sampang dikeluhkan warga. Pelayanan yang biasanya mudah dan cepat itu harus menunggu berjam-jam.
Keluhan itu di sampaikan Moh. Fathurrosi, warga Desa Pancor, Kecamatan Ketapang, Sampang. Dia mengaku datang ke Samsat Sampang sekitar pukul 09.30 WIB. Namun hingga jam 12.40 WIB tidak kunjung di panggil.
Hal senada juga di sampaikan Darus Salam, warga Desa Torjun, Kecamatan Torjun Sampang yang mengurus pergantian TNKB, yang biasanya hanya 1 jam, kini sampai menunggu sampai 3 jam.
"Saya datang tadi dari jam 10 baru panggil jam 12.30. tahun lalu tidak sampai satu jam, sekarang kok sampai 3 jam," tanya Darus.
Dia berharap agar Samsat Kabupaten Sampang selalu melayani dengan prima seperti biasanya sehingga masyarakat yang patuh pajak tidak malas untuk membayar pajak dan memberikan kontribusi terhadap pemerintah.
Menanggapi keluhan tersebut, Kepala Samsat Kabupaten Sampang, Raden Ari Ariadi mengatakan, terjadinya antrian hingga berjam-jam yang dikeluhkan para pembayar pajak dan perubahan TNKB itu di sebabkan adanya gangguan pada server pada Samling, sehingga para pembayar pajak tersebut dialihkan kedalam.
"Dan kebetulan hari ini mulai pagi terpantau ramai dalam pengurusan pembayaran pajak kendaraan bermotor dan pengesahan STNK, " kata Raden Ari Ariadi, Senin (8/8/22).
Dirinya juga meminta maaf kepada masyarakat atas ketidaknyamanan, dan ia berjanji akan berupaya meningkatkan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Ucap Arie. (dir).