JATIMPOS.CO/JOMBANG - Menjelang kontestasi Pilkada Kabupaten Jombang pada 27 November 2024 mendatang, suhu politik di kota santri ini sudah mulai menghangat.

Sejumlah tokoh potensial mulai bergeliat komunikasi politik kesemua lini. Tak terkecuali bagi Kepala Desa Mojokrapak Kecamatan Tembelang, Warsubi yang juga pengusaha sukses pemotongan ayam, hingga mantan Wakil Bupati (Wabup) Jombang periode 2018-2023, Sumrambah turut meramaikan kontestasi ini dengan mendaftarkan diri ke partai berlambang banteng moncong putih, PDI Perjuangan Jombang, Kamis (9/5/2024).

Menarik memang, salah satu kandidat yang bakal berlaga di Pilkada Jombang 2024 mendatang, Warsubi mendaftarkan diri ke DPC PDIP setempat. Pria yang saat ini menjabat sebagai Kepala Desa (Kades) Mojokrapak Kecamatan Tembelang juga merupakan ayah dari Ketua DPC Partai Gerindra Jombang, ini berharap juga mendapatkan rekom dari partai besutan Megawati Soekarno Putri.

Upaya mencari dukungan untuk mengusung Warsubi semakin membesar. Karena sebelumnya, Warsubi yang juga Ketua AKD (Asosiasi Kepala Desa) Kabupaten Jombang ini mengklaim sudah mendapat dukungan dari empat partai.

Masing-masing, Partai Gerindra, PKB (Partai Kebangkitan Bangsa), Partai Golkar, serta Partai Demokrat. Warsubi datang ke kantor DPC PDIP yang ada di Jl Brigjen Katamso Jombang beberapa beberapa jam setelah mantan Wabup Jombang Sumrambah mendaftar.

Warsubi yang didampingi sang istri Yuliati Nugrahani langsung membawa sejumlah persyaratan dalam stopmap bermotif batik dengan disambut hangat oleh tim penjaringan bacakada (bakal calon kepala daerah) DPC PDIP Jombang. Di antaranya, Ketua penjaringan Bakal Calon Kepala Daerah DPC PDI Perjuangan Jombang, Dodit Eko Prasetyo dan Sekretaris DPC Donny Anggun.

Warsubi membeber sejumlah alasan mendaftar ke PDIP. Di antaranya, dia selama ini sudah akrab dengan jajaran pengurus PDIP Jombang. Selain itu, lanjutnya, PDIP adalah partai yang luar biasa. Partai ini mampu mempertahankan 10 kursi di DPRD Jombang.

“Kami memiliki kedekatan dengan PDIP sejak lama. Selain itu, untuk membangun Jombang tidak bisa sendiri. Harus melibatkan banyak pihak. Makanya, meski sudah didukung empat partai (Gerindra, PKB, Golkar dan Demokrat), kami mendaftar ke PDIP,” ujar Warsubi.

Sebelumnya, Ketua Asosiasi Kepala Desa (AKD) Kabupaten Jombang Warsubi juga telah mendaftar sebagai bakal calon bupati di Partai Demokrat, Rabu lalu (8/5/2024).

Warsubi yang juga Kepala Desa Mojokrapak, Kecamatan Tembelang ini diantar puluhan kepala desa. Selain Demokrat, Warsubi menyebut juga didukung tiga partai lain untuk maju di pilbup yakni PKB, Gerindra dan Golkar.

Nampaknya, Warsubi ingin sapu bersih seluruh partai, jika dihitung sesuai perolehan kursi yang ditetapkan KPU Jombang, beberapa waktu lalu. Warsubi punya modal 31 kursi, masing-masing PKB 12 kursi, Partai Gerindra 8 kursi, Demokrat 6 kursi dan Golkar 5 kursi.

Mantan Wabup Jombang Sumrambah (baju putih) mendaftarkan diri sebagai bakal calon Bupati Jombang ke sekretariat PDI Perjuangan Jombang, Kamis (9/5/2024).
----------------------------------------------------------------------------------------------------

Pantauan dilokasi, sebelumnya mantan Wabup Jombang Sumrambah mendaftarkan diri ke PDIP (Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan). Sumrambah sengaja memilih di hari terakhir pendaftaran. Mantan aktivis GMNI ini datang dengan diantar pendukungnya. Dia mengenakan baju warna putih lengkap dengan peci hitam di kepala.

Sumrambah menjelaskan, dia sengaja mengambil formulir sekaligus mengembalikan formulir di hari terakhir. “Bismillah, saya mencalonkan diri sebagai Bupati Jombang. Sengaja memilih hari terakhir,” ujar Sumrambah.

Sumrambah menyerahkan sepenuhnya kepada DPP PDIP. “Keputusan apapun saya terima. Apakah DPP menugaskan saya sebagai calon bupati atau calon wakil bupati. Atau DPP menginstruksikan untuk sekedar menyukseskan calonnya PDIP, semuanya saya terima,” tegasnya.

Terpisah, disampaikan Sekretaris DPC PDIP Jombang Donny Anggun dengan mendaftarnya Sumrambah juga Warsubi, berarti sudah enam kandidat yang mendaftar melalui PDIP. Rinciannya, satu kader internal dan lima eksternal.

Setelah itu, pihaknya segera melakukan koordinasi di DPC. Kemudian, DPC PDIP Jombang menyerahkannya ke DPP. “Soal siapa yang mendapat rekom, itu wilayah DPP. Kami hanya menerima pendaftaran dan memberikan masukan-masukan ke DPP,” pungkas Donny. (her).

 

TERPOPULER

  • Minggu Ini

  • Bulan Ini

  • Semua