JATIMPOS.CO/SURABAYA- Sebanyak 17 wartawan dari kelas muda, madya dan utama mengikuti Uji Kompetensi Wartawan (UKW) di Lembaga Uji Unitomo Surabaya. Dari jumlah itu, 15 wartawan dinyatakan kompeten dan 2 orang belum kompeten.
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari (13-14 Desember 2025) di kampus Unitomo Surabaya ditutup Minggu siang (14/12/2025) dihadiri para penguji : Syaiful Anam, Zainal Arifin Emka, Tomy Cahyo Gutomo dan penguji magang Hairul Anam. Juga admin dari Unitomo : Zulaikha, Farida, Jajag Mintorogo dan Kanti Wijoto.
Koordinator penguji UKW Unitomo, Syaiful Anam menyatakan dua orang yang tidak kompeten itu karena tidak hadir saat jam pelaksanaan. “Bagi yang belum kompeten masih ada kesempatan untuk memperbaiki ikut pada kesempatan lain,” katanya.
Sedangkan bagi yang dinyatakan kompeten bersyukur kepada Allah diberikan kemampuan, dinyatakan mampu menjadi wartawan. “Namun bukan berarti membanggakan diri apalagi sombong,” ujarnya.
Wartawan yang dinyatakan kompeten dan selanjutnya mendapatkan kartu UKW dari Dewan Pers menurut Syaiful Anam perlu terus meningkatkan kompetensi profesionalisme jurnalistik.
“Justru harus menjadi tauladan dengan menunjukkan sikap semakin bagus dalam menjalankan jurnalistik dan kehidupan sehari-hari, serta karya jurnalistiknya semakin baik dengan tidak melakukan plagiat, bukan hasil AI serta tidak hoax,” ujarnya.
Ditambahkan, wartawan yang sudah mempunyai kartu UKW harus terus berusaha meningkatkan profesionalisme dan etika jurnalistik. “Kalau semakin jelek, makin nakal berarti tidak sanggup membawa amanah sebagai wartawan kompeten Dewan Pers. Kembalikan saja kartunya,” ujarnya.
Secara keseluruhan Lembaga Uji Unitomo melaksanakan UKW hingga Angkatan 23 (14 Desember 2025) menghasilkan 426 wartawan kompeten dan 22 wartawan belum kompeten.
“Paling banyak diikuti kelas muda, yakni 372 wartawan. Sedangkan madya 68 orang dan utama 27 orang,” pungkasnya. (rls)