JATIMPOS.CO//SURABAYA - Pemerintah Kota Surabaya menghadirkan rumah susun sederhana milik (rusunami) bagi generasi muda sebagai jawaban atas meningkatnya kebutuhan hunian di tengah pesatnya perkembangan kota. Program ini tidak sekadar proyek pembangunan, melainkan langkah strategis untuk mewujudkan kota yang lebih inklusif dan berkeadilan.

Di tengah ambisi menuju kota global, Surabaya berupaya memastikan generasi mudanya tetap memiliki ruang hidup yang layak di kota sendiri. Selama ini, banyak anak muda yang berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi, namun masih menghadapi kesulitan dalam mengakses hunian terjangkau.

Pengajar Psikologi Komunikasi dan Transaksional Analisis, M. Isa Ansori, menilai fenomena tersebut sebagai tantangan yang juga dihadapi kota-kota besar lainnya. “Generasi muda kerap menjadikan kota hanya sebagai tempat bekerja, bukan sebagai ruang untuk membangun kehidupan. Padahal, fase awal kehidupan rumah tangga merupakan momen penting yang membutuhkan dukungan stabilitas, termasuk akses hunian”, ujar Isa pada Rabu (8/4/2025).

Dalam konteks itu, kehadiran rusunami untuk generasi Z dinilai sebagai langkah tepat. Selain menawarkan solusi ekonomis, kebijakan ini mencerminkan komitmen Pemkot Surabaya dalam menyediakan hunian yang layak di tengah keterbatasan lahan dan dinamika ekonomi.

Program ini juga sejalan dengan arah pembangunan di bawah kepemimpinan Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, yang menekankan keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan pemerataan akses. Rusunami tidak hanya dipandang sebagai hunian vertikal yang efisien, tetapi juga bagian dari ekosistem pembangunan manusia.

Konsep ini terhubung dengan program lain, seperti rusunawa bagi masyarakat berpenghasilan rendah hingga akses pendidikan yang berkelanjutan. Dengan demikian, hunian menjadi pintu masuk dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara menyeluruh.

Pemkot Surabaya menargetkan program ini dapat menjangkau lebih banyak warga secara bertahap. Dukungan terhadap lokasi strategis, konektivitas transportasi, serta ketepatan sasaran menjadi faktor penting dalam memastikan manfaatnya dirasakan optimal.

Pada akhirnya, keberhasilan Surabaya sebagai kota global tidak hanya diukur dari infrastruktur fisik, tetapi juga dari kemampuannya menyediakan ruang hidup yang layak bagi seluruh warganya. Rusunami untuk generasi muda menjadi simbol arah pembangunan yang semakin inklusif, di mana kemajuan kota berjalan seiring dengan kesejahteraan masyarakatnya. (fred)