JATIMPOS.CO/SURABAYA-– Xtremax Indonesia berkolaborasi dengan PT Indo Aneka Atsiri serta UKM Cyber Security Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), dengan dukungan AWS Indonesia, sukses menggelar CyberHack 2026.

Kegiatan ini merupakan program kolaboratif perdana yang dilaksanakan melalui inisiatif HackPad sebagai upaya mempertemukan kebutuhan industri dengan inovasi dari dunia akademik.

Seiring pesatnya perkembangan Artificial Intelligence (AI), tantangan yang dihadapi industri kini tidak lagi terbatas pada penciptaan ide, melainkan pada bagaimana ide tersebut dapat diwujudkan menjadi solusi yang aman, scalable, dan siap digunakan untuk menjawab kebutuhan bisnis secara nyata.

Melalui HackPad, Xtremax Indonesia menghadirkan platform kolaboratif yang mendorong mahasiswa untuk terlibat langsung dalam penyelesaian permasalahan aktual yang dihadapi industri. CyberHack 2026 menjadi implementasi awal dari inisiatif tersebut melalui kerja sama strategis dengan PT Indo Aneka Atsiri dan ITS, sehingga peserta tidak hanya berhadapan dengan studi kasus teoretis, tetapi tantangan bisnis yang sesungguhnya.

Dengan tema “How Can AI and Technology Innovate Sima Arome's Manufacturing Process?”, para peserta ditantang untuk mengeksplorasi pemanfaatan AI, software engineering, dan teknologi digital dalam meningkatkan efisiensi proses manufaktur, optimalisasi operasional, serta kualitas pengambilan keputusan di lingkungan bisnis PT Indo Aneka Atsiri.

Program ini mendapat respons positif dari mahasiswa ITS dengan total 173 peserta terdaftar. Melalui proses seleksi, enam tim terbaik terpilih untuk melaju ke tahap final dan mempresentasikan solusi mereka pada acara puncak yang diselenggarakan di kampus ITS pada Sabtu, 6 Juni 2026.

Selama program berlangsung, peserta memperoleh kesempatan untuk memahami langsung dinamika bisnis dan operasional industri, sekaligus menerapkan AI, software engineering, serta teknologi cloud untuk merancang solusi yang relevan dengan pendampingan dari para praktisi.

Selain sebagai ajang kompetisi, CyberHack 2026 juga berperan sebagai sarana pembelajaran bagi peserta untuk memahami proses pengembangan solusi AI hingga siap digunakan dalam lingkungan bisnis yang sebenarnya.
Menurut Akbar Khrisna, Country Manager Xtremax Indonesia, CyberHack ITS menjadi bukti bagaimana AI dan teknologi AWS Cloud dapat mempercepat pengembangan solusi digital, sekaligus membantu tim lebih fokus dalam memahami kebutuhan bisnis.

“CyberHack menunjukkan bagaimana AI telah mengubah cara solusi digital dikembangkan. Dengan memanfaatkan BuildPad yang didukung AWS Cloud, para peserta mampu mengubah ide menjadi aplikasi yang berfungsi dalam hitungan hari, bukan bulan. Teknologi ini memungkinkan proses pengembangan dilakukan lebih cepat dan efisien, sehingga tim dapat mengalokasikan lebih banyak waktu untuk memahami kebutuhan bisnis, berkolaborasi dengan pengguna, dan memastikan solusi yang dibangun benar-benar memberikan nilai nyata bagi industri.”

“Di balik kompetisi ini, kami memiliki tujuan yang lebih besar, yaitu membantu menyiapkan generasi talenta teknologi Indonesia untuk menghadapi era AI. Melalui paparan terhadap permasalahan bisnis nyata dan penggunaan teknologi modern, kami ingin memberikan pengalaman yang mendekatkan dunia akademik dengan kebutuhan industri. Kami berharap para peserta tidak hanya menjadi developer yang mahir secara teknis, tetapi juga mampu memahami konteks bisnis, berpikir inovatif, dan menciptakan solusi yang memberikan dampak bagi organisasi maupun masyarakat,” tambahnya.

Dukungan terhadap CyberHack 2026 juga datang dari Muhamad Yopan, Public Sector Lead AWS Indonesia. Dukungan ini menegaskan peran teknologi cloud dalam mempercepat pengembangan solusi digital yang aman, scalable, dan relevan dengan kebutuhan industri.

Melalui pemanfaatan layanan cloud dari Amazon Web Services, para peserta CyberHack 2026 dapat mengembangkan, menguji, dan mempresentasikan solusi berbasis AI secara lebih cepat dan terstruktur, sekaligus memahami praktik terbaik dalam membangun aplikasi yang siap digunakan di lingkungan enterprise. Pendekatan ini sejalan dengan upaya bersama untuk mendorong talenta muda agar tidak hanya mampu berinovasi, tetapi juga memahami standar dan kebutuhan dunia industri yang sesungguhnya.

Pada sesi final, setiap tim mempresentasikan solusi mereka di hadapan panel juri yang terdiri dari perwakilan industri, teknologi, dan akademisi, antara lain James Leong (CEO Xtremax Indonesia), Muhamad Yopan (Public Sector Lead, AWS Indonesia), Baskoro Adi Pratomo, Ph.D. (ITS), serta Dhani Aristyawan (PT Indo Aneka Atsiri).

Penilaian dilakukan berdasarkan lima aspek utama, yaitu kesiapan enterprise, kesesuaian solusi dengan permasalahan bisnis, inovasi dan kreativitas, pengalaman serta desain pengguna, serta kualitas penyampaian dan presentasi.
Berdasarkan hasil evaluasi, dewan juri menetapkan Tim Semoga yang Disemogakan sebagai Juara 1, diikuti Digendong Bokem sebagai Juara 2 dan Coba-Coba sebagai Juara 3, yang juga meraih penghargaan Most Enterprise Solution.

Perwakilan tim Juara 1 menyampaikan bahwa CyberHack 2026 memberikan pengalaman yang sangat berharga.

“Kami bersyukur dapat meraih Juara 1 di CyberHack 2026. Kompetisi ini tidak hanya menantang kami membangun teknologi, tetapi juga memahami bagaimana solusi digital dapat menjawab kebutuhan bisnis yang nyata. Melalui pengembangan AromeOS, kami belajar mengintegrasikan AI, IoT, dan desain yang berfokus pada pengguna untuk menciptakan solusi yang relevan bagi industri,” ungkapnya.

CyberHack 2026 menjadi wujud komitmen bersama antara Xtremax Indonesia, PT Indo Aneka Atsiri, dan ITS dalam mendorong lahirnya talenta digital yang mampu menjawab tantangan industri melalui teknologi.

Keberhasilan mahasiswa membangun aplikasi yang siap digunakan di lingkungan produksi melalui BuildPad menunjukkan bahwa dengan pendekatan, metodologi, dan pendampingan yang tepat, solusi digital berkualitas dapat dihasilkan secara lebih cepat, aman, scalable, dan selaras dengan kebutuhan bisnis organisasi. (rls)