JATIMPOS.CO//SURABAYA- Santri Pondok Pesantren Sabilil Muttaqien (PSM) Takeran, Magetan, tidak saja mengajarkan untuk mahir mengaji dan beribadah. Tapi, keterampilan bongkar - pasang mobil, juga diajarkan.

Di pondok tersebut, terdapat beberapa sekolah. Salah satu diantaranya SMK (Sekolah Menengah Kejuruan). Pesantren milik keluarga Dahlan Iskan ini, sedang memodivikasi sepeda motor bensin, menjadi sepeda motor listrik.

Gurunya, oleh Dahlan Iskan, yang biasa disapa Abah Dahlan itu, datangkan dari Surabaya. Widyakarsa Soewono, ouner bengkel Duta Jaya Mobil, di Jalan Rungkut Madya 113.

Ia pernah mengubah mobil bensin, jadi mobil listrik. Oleh Dahlan Iskan, diutus ke sana. Dialah yang mengajarkan teknologi ramah lingkungan itu. "Dalam waktu dekat saya akan ke Takeran lagi. Agar program sepeda listrik itu, bisa jalan terus," kata Widyakarsa, yang lazim disapa Aling itu, Rabu (23/9/2026).

Tak hanya sekedar mengajar di SMK 2, PSM, lulusan terbaik dari sana. diambil aling jadi karyawannya. Sekarang ada tiga lulusan SMK yang bekerja di Duta Jaya Mobil. Mereka adalah Farid, Dedy dan Iqbal. Mereka bertahun-tahun jadi santri di PSM.

Sudah tiga tahun bekerja di Duta Jaya Mobil. Bahkan karena keterampilannya, sekarang jadi andalan Aling. "Mereka kerjanya bagus. Apa yang saya arahkan, cepat memahami," kata Aling lagi.

Saat saya berkunjung ke Bengkel itu, Rabu siang, tiga putra Takeran tersebut, sedang menurunkan mesin mobil Pajero Sprort. "Tadi pagi mobil ini masuk. Paling lambat satu minggu kami kerjakan. Dan mesinnya insya Allah, bakal enak kembali," cerita Iqbal, sembari membongkar mesin mobil yang sebetulnya tergolong anyar itu.

Kata Iqbal. Tidak ada kesulitan dalam perbaikan mobil tersebut. "Selama tidak menemukan kesulitan, kami lakukan sendiri. Nanti finalnya baru dikontrol Pak Aling," tambah Farid, yang juga, jago konten di bengkel tersebut.

Tapi, kata dia, dengan ilmu dan petunjuk yang diberikan Aling, belum pernah mengalami hambatan. "Di pondok, kami selalu diajarkan semboya. Siapa yang sungguh-sungguh, pasti dapat," kata Dedy, rekannya yang lain.

Mereka bertiga mengaku, banyak ilmu yang diperolehnya selama bekerja di tempat itu. Karena dinilai oleh SMK PSM 2, bengkel ini bagus, sekarang 3 siswa, juga dikirim untuk magang di Duta Jaya Mobil. Mereka adalam Aufa, Ari dan Hanafi. (m.nasaruddin)