JATIMPOS.CO/SIDOARJO — Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Sidoarjo memperingati Hari Ulang Tahun ke-79 Megawati Soekarnoputri dengan menggelar aksi penanaman pohon serta kegiatan dialog kepemudaan, Sabtu (24/1/2026).

Kegiatan penanaman pohon dipusatkan di area terbuka kawasan kota, Desa Lebo, Kecamatan Sidoarjo. Selain penanaman berbagai jenis bibit, acara juga diisi dengan tumpengan bersama masyarakat sebagai simbol kebersamaan antara partai dan warga.

Ketua DPC PDI Perjuangan Sidoarjo, Hari Yulianto, menyampaikan bahwa gerakan menanam pohon merupakan bentuk kepedulian terhadap lingkungan sekaligus refleksi atas meningkatnya risiko bencana alam.

"Sebagaimana kita ketahui, bencana banjir bandang terjadi di Sumatera Barat, Sumatera Utara dan Aceh, karena kelalaian dalam merawat bumi," ujarnya saat membuka acara.

Hari juga menjelaskan, aksi tersebut meneladani pemikiran Presiden pertama RI Soekarno serta Megawati Soekarnoputri yang menempatkan isu lingkungan sebagai bagian dari gerakan politik.

Ia mencontohkan pengiriman ribuan bibit pohon mimba ke Arab Saudi oleh Presiden Soekarno, yang hingga kini memberi manfaat bagi jemaah haji.

"Demikian pula bu Mega, semasa menjadi presiden sangat massif dalam pengembangan kebun raya-kebun raya sebagai paru-paru kota untuk menjaga kualitas udara dan resapan air," kata Hari

Selain itu, lanjut Hari, Megawati saat menjabat Presiden RI juga mendorong pengembangan kebun raya di berbagai daerah sebagai upaya menjaga kualitas udara dan daya dukung lingkungan perkotaan.

Panitia pelaksana kegiatan, Kusumo Adinugroho, menambahkan bahwa total bibit yang ditanam berjumlah 79 pohon.

“Jumlah ini disesuaikan dengan HUT ke-79 ibu Mega yang bertepatan pada hari kemarin, Jumat (23/1/2026),” katanya.

Adapun jenis pohon yang ditanam antara lain juwet, pucuk merah, jambu biji, jeruk, dan sebagainya.

Ruang Kritik Anak Muda

Sehari sebelumnya, Jumat (23/1/2026), DPC PDI Perjuangan Sidoarjo juga menggelar kegiatan bertajuk The Youth Fighting di kantor DPC. Forum tersebut melibatkan anak-anak muda dari berbagai kecamatan untuk menyampaikan kritik dan aspirasi secara terbuka.

Acara yang dibuka Sekretaris DPC PDI Perjuangan Sidoarjo, Raymond Tara Wahyudi, menjadi ruang dialog antara pemuda dan partai, termasuk kritik terhadap kebijakan pemerintah maupun internal partai.

Sejumlah isu yang mengemuka dalam forum tersebut antara lain tingginya biaya pendidikan, pungutan komite sekolah, serta terbatasnya lapangan pekerjaan bagi generasi muda.

"Kami terbuka dengan kritik yang disampaikan, juga mewadahi dan memperjuangkan bersama anak-anak muda apa yang menjadi aspirasi mereka," ujarnya. (zen)