JATIMPOS.CO/TRENGGALEK — Mendekati Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah tahun 2026, geliat transaksi di pasar hewan tradisional mulai menunjukkan peningkatan. Berdasarkan pantauan di beberapa titik perdagangan ternak di sekitar Desa Puyung, yakni Pasar Jajar di Desa Sidomulyo dan Pasar Legi di Desa Tanggaran, harga jual kambing mulai mengalami kenaikan dibandingkan bulan sebelumnya, Jumat (15/5/2026).

Kenaikan ini merupakan fenomena tahunan yang umum terjadi. Sejumlah pedagang menyebut kondisi tahun ini dipengaruhi faktor ekonomi dan ketersediaan pakan hijau di wilayah pegunungan.

Dominasi Kambing Jantan Dewasa dan Tren Harga

Fokus pembeli saat ini tertuju pada kambing jantan dewasa yang telah memenuhi syarat untuk dijadikan hewan kurban (poel). Di Pasar Jajar, pedagang menyebut kenaikan harga berkisar Rp200.000 hingga Rp300.000 per ekor, tergantung bobot dan kondisi fisik hewan.

"Kambing jantan yang biasanya di hari biasa dibanderol Rp2,5 juta, sekarang sudah sulit didapat di harga itu. Rata-rata sekarang sudah menyentuh angka Rp2,7 juta sampai Rp2,9 juta untuk kelas standar qurban," ujar salah satu pedagang di Pasar Legi, Desa Tanggaran.

Sejumlah peternak menilai harga saat ini masih dalam batas wajar. Mereka menyebut biaya perawatan dan pakan tambahan turut mengalami kenaikan menjelang hari raya.

Kondisi Pasar Jajar dan Legi Tanggaran

Pasar Jajar dan Pasar Legi menjadi rujukan masyarakat di sekitar Desa Puyung dan sekitarnya. Sejak pagi, ratusan kambing dari berbagai jenis, seperti peranakan Etawa (PE), Jawa Randu, dan kambing kacang, memenuhi area pasar.

Aktivitas tawar-menawar terlihat meningkat. Pembeli tidak hanya berasal dari warga lokal, tetapi juga takmir masjid dan lembaga sosial yang mulai menyiapkan hewan kurban lebih awal.

Pengiriman ke Luar Daerah Masih Berlangsung

Pengiriman ternak ke luar daerah masih berlangsung, meski intensitasnya disebut menurun dibanding tahun sebelumnya. Sejumlah truk pengangkut kambing dengan tujuan kota besar seperti Jakarta, Surabaya, dan Bandung masih terlihat di jalur utama.

Pedagang menyebut penurunan ini dipengaruhi beberapa faktor, antara lain kenaikan biaya transportasi, meningkatnya permintaan lokal di Jawa Timur, serta standar kesehatan hewan yang lebih ketat di daerah tujuan.

Optimisme Peternak dan Pengawasan Kesehatan

Peternak di wilayah Sidomulyo dan Tanggaran tetap optimistis menghadapi musim kurban tahun ini. Mereka menilai permintaan lokal masih stabil, seiring meningkatnya kesadaran masyarakat untuk berkurban.

Pemerintah desa melalui petugas kesehatan hewan disebut mulai melakukan pemeriksaan berkala di pasar untuk memastikan ternak bebas dari penyakit mulut dan kuku (PMK) serta penyakit lainnya.

Dengan tren saat ini, pedagang memperkirakan kenaikan harga masih akan berlanjut hingga mendekati Idul Adha. (Ard)