JATIMPOS.CO/KABUPATEN MADIUN – Pemerintah Kabupaten Madiun menetapkan karya Ridho Agung Laksono, warga Desa Bongsopotro, Kecamatan Saradan, sebagai pemenang Sayembara Logo Hari Ulang Tahun (HUT) ke-458 Kabupaten Madiun.

Penetapan pemenang dilakukan setelah proses seleksi dan penilaian yang melibatkan enam unsur dewan juri dari berbagai bidang. Sayembara tersebut menjadi salah satu rangkaian kegiatan menyambut Hari Jadi Kabupaten Madiun ke-458 tahun 2026.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Madiun, Suntoko, mengatakan sayembara logo digelar untuk memberikan ruang partisipasi kepada masyarakat sekaligus menumbuhkan kreativitas dalam menyemarakkan hari jadi Kabupaten Madiun.

"Melalui sayembara ini kami ingin masyarakat Kabupaten Madiun ikut berinovasi, berkreasi, sekaligus memiliki rasa memiliki terhadap peringatan Hari Jadi Kabupaten Madiun ke-458," ujar Suntoko.

Ia menjelaskan, pendaftaran sayembara dibuka mulai 1 Mei hingga 31 Mei 2026 dan berhasil menarik minat 39 peserta. Setelah melalui tahap verifikasi administrasi, sebanyak 30 peserta dinyatakan lolos, sedangkan sembilan lainnya tidak memenuhi persyaratan.

Peserta yang tidak lolos administrasi antara lain karena mengunggah karya lebih dari satu kali dengan identitas yang sama dan berasal dari luar wilayah Kabupaten Madiun.

Selanjutnya, 30 karya yang lolos administrasi dinilai oleh dewan juri yang terdiri dari unsur Dinas Komunikasi dan Informatika, Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga, Dinas Pendidikan, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, Bagian Pemerintahan, serta pegiat seni dan budayawan.

Penilaian dilakukan berdasarkan tujuh kriteria, yakni kesesuaian tema logo, kreativitas dan estetika visual, orisinalitas karya, filosofi logo, aplikabilitas dan skalabilitas, daya tarik video bumper, serta aset atau elemen grafis sebagai nilai tambah.

Dari hasil penilaian, Ridho Agung Laksono meraih nilai tertinggi dengan total 3.406 poin. Posisi kedua ditempati Adi Tri Mulyo dari Desa Babadan Lor, Kecamatan Balerejo, dengan 3.106 poin, sedangkan posisi ketiga diraih Ari Widyanto dari Desa Kuwu, Kecamatan Balerejo, dengan 3.105 poin.

Menurut Suntoko, desain karya Ridho dinilai paling mampu merepresentasikan karakteristik Kabupaten Madiun sekaligus memenuhi seluruh aspek penilaian yang ditetapkan dewan juri.

"Logo ini menggambarkan ciri khas Kabupaten Madiun, mulai dari kampung pesilat, batik khas daerah, potensi pertanian, hingga semangat kolaborasi yang sesuai dengan tema hari jadi tahun ini," katanya.

Tema HUT ke-458 Kabupaten Madiun tahun ini adalah "Kabupaten Madiun Berinovasi dan Berkolaborasi untuk Madiun Bersahaja". Dalam logo pemenang, angka 458 dirancang sebagai satu kesatuan yang saling terhubung sebagai simbol sinergi dan kolaborasi.

Sejumlah elemen khas Kabupaten Madiun juga ditampilkan, seperti Gunung Wilis, pesilat, gapura Alun-alun Reksogati, padi dan jagung, batik motif Beras Kutah, unsur industri, perkebunan, air, hingga ukiran tradisional.

Elemen padi dan jagung melambangkan kesejahteraan masyarakat sebagai komoditas pangan utama daerah. Sebanyak 15 bulir padi merepresentasikan 15 kecamatan di Kabupaten Madiun, sementara motif Beras Kutah membentuk angka 206 sebagai simbol 206 desa dan kelurahan yang ada di wilayah tersebut.

Sementara itu, warna kuning pada logo melambangkan semangat dan optimisme, hijau mencerminkan keharmonisan, kemakmuran, serta keberlanjutan, sedangkan biru menggambarkan kepercayaan, sinergi, dan stabilitas dalam pembangunan.

Pemerintah Kabupaten Madiun berencana segera menindaklanjuti hasil sayembara dengan pembuatan desain baliho, banner, dan berbagai media publikasi Hari Jadi Kabupaten Madiun ke-458.

Selain itu, logo resmi akan disediakan melalui tautan yang dapat diunduh oleh organisasi perangkat daerah, kecamatan, desa, serta masyarakat umum agar dapat digunakan secara luas dalam menyemarakkan peringatan hari jadi.

"Logo ini milik seluruh masyarakat Kabupaten Madiun. Harapannya, seluruh elemen masyarakat dapat ikut menggunakan dan menyebarluaskannya sehingga semangat Hari Jadi Kabupaten Madiun ke-458 benar-benar dirasakan bersama," ujar Suntoko. (jum).