JATIMPOS.CO//KOTA PASURUAN – Kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di Kota Pasuruan menunjukkan peningkatan dalam tiga bulan terakhir. Data Dinas Kesehatan Kota Pasuruan mencatat kasus ISPA naik dari 5.093 kasus pada Juni menjadi 5.907 kasus pada Juli, kemudian mencapai 6.176 kasus pada Agustus 2026.

Kenaikan tersebut menjadi perhatian di tengah kondisi kemarau yang ditandai cuaca panas dan lingkungan lebih kering. Debu yang mudah beterbangan, terutama di jalan maupun kawasan dengan aktivitas kendaraan tinggi, dapat meningkatkan paparan partikel yang berpotensi mengganggu saluran pernapasan.

Dinas Kesehatan Kota Pasuruan mengimbau masyarakat meningkatkan perlindungan diri, khususnya ketika beraktivitas di luar ruangan. Penggunaan masker menjadi salah satu langkah sederhana untuk mengurangi paparan debu yang terhirup.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Pasuruan dr. Shierly Marlena, M.M., mengatakan masyarakat, terutama pengendara sepeda motor dan warga yang banyak beraktivitas di luar rumah, perlu lebih memperhatikan kondisi lingkungan selama kemarau.

“Penggunaan masker menjadi salah satu langkah sederhana untuk mengurangi paparan debu, terutama bagi masyarakat yang banyak beraktivitas di luar rumah,” ujar Shierly.

Selain memakai masker, masyarakat dianjurkan mencukupi kebutuhan cairan dengan memperbanyak minum air putih. Asupan makanan bergizi, istirahat yang cukup, serta penerapan pola hidup bersih dan sehat juga penting untuk membantu menjaga kondisi tubuh.

Aktivitas di luar ruangan dapat dikurangi apabila tidak diperlukan, terutama ketika suhu udara meningkat atau kondisi lingkungan sedang berdebu. Masyarakat juga perlu membiasakan cuci tangan pakai sabun (CTPS) dan menjaga kebersihan lingkungan sekitar.

Menurut Shierly, edukasi pencegahan terus dilakukan melalui berbagai saluran kepada masyarakat. Materi yang diberikan antara lain penggunaan masker, CTPS, imunisasi, pemenuhan gizi, serta penerapan pola hidup sehat sebagai bagian dari upaya mengurangi risiko gangguan kesehatan akibat perubahan kondisi lingkungan.

“Menjaga daya tahan tubuh juga penting dilakukan selama kondisi cuaca seperti sekarang. Kebutuhan cairan, makanan bergizi, istirahat cukup, serta pola hidup sehat perlu tetap diperhatikan,” lanjutnya.

Dinkes Kota Pasuruan juga memperkuat pemantauan perkembangan penyakit melalui fungsi surveilans. Langkah tersebut dilakukan untuk mengetahui kecenderungan kasus dan mendukung deteksi dini apabila terjadi peningkatan yang memerlukan respons pelayanan kesehatan.

“Kami terus mengoptimalkan edukasi pencegahan kepada masyarakat melalui berbagai saluran. Fasilitas pelayanan kesehatan juga kami siagakan dan fungsi surveilans diperkuat untuk merespons apabila terjadi peningkatan kasus,” pungkas Shierly. (shl)