JATIMPOS.CO//JOMBANG — Suasana religius dan kebersamaan mewarnai Pengajian Akbar Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H sekaligus peresmian Musholla Al-Ihsan di Dusun Pagak, Desa Sembung, Kecamatan Perak, Kabupaten Jombang, Jumat malam (25/9/2026).
Kegiatan yang menghadirkan Gus Izzul Kafie dari Mojokerto tersebut berlangsung meriah dan dihadiri Wakil Bupati Jombang M. Salmanudin Yazid atau Gus Salman, mewakili Bupati Jombang Warsubi.
Tuan rumah selaku Panitia Heri Subagyo, S.E., M.Si., didampingi istrinya Sri Surjati, S.Si., M.Si yang juga Staf Ahli Bupati Jombang Bidang Keuangan, Ekonomi dan Pembangunan menyambut langsung kedatangan Gus Salman.
Heri dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut.
Ia mengatakan, Musholla Al-Ihsan sebelumnya merupakan musholla sederhana yang dibangun puluhan tahun lalu oleh keluarganya. Musholla tersebut kemudian direnovasi dan dikembangkan hingga menjadi bangunan seperti sekarang.
"Musholla ini awalnya sangat kecil dan sederhana, dibangun oleh Mbah kami, Mbah Baha Insan, beberapa puluh tahun yang lalu. Kemudian kami sekeluarga melakukan inovasi hingga menjadi seperti sekarang," ujar Heri.
Nama Al-Ihsan, lanjut dia, diberikan untuk mengenang perjuangan keluarga sekaligus berharap musholla tersebut dapat memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar.
"Semoga musholla ini bisa memberikan sumbangsih kepada warga Desa Sembung, khususnya warga Dusun Pagak, sebagai sarana ibadah dan tempat menghidupkan kegiatan keagamaan," katanya.
Heri juga mengapresiasi dukungan masyarakat yang turut membantu pembangunan maupun penyelenggaraan kegiatan. Menurutnya, keterlibatan warga menunjukkan kuatnya semangat gotong royong dan kerukunan masyarakat Desa Sembung.
"Semoga kerukunan dan keguyuban warga ini bisa terus terjaga selamanya," ujarnya.

Sementara itu, Gus Salman menyampaikan salam Bupati Jombang Warsubi yang berhalangan hadir karena agenda lain. Ia mengapresiasi masyarakat Dusun Pagak yang terus menjaga keberadaan dan memakmurkan Musholla Al-Ihsan.
Menurut Gus Salman, peringatan Maulid Nabi tidak cukup hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi harus menjadi momentum untuk meneladani akhlak Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari.
"Rasulullah SAW telah memberikan teladan bagaimana membangun kehidupan bersama dengan akhlak yang baik. Beliau menghormati orang lain, menjaga amanah, menepati janji dan menunjukkan kasih sayang kepada sesama," kata Gus Salman.
Ia mengajak masyarakat menerapkan nilai tersebut agar lingkungan tempat tinggal tetap adem, guyub, rukun dan kondusif.
Gus Salman juga mengingatkan masyarakat agar lebih bijak menghadapi derasnya arus informasi, terutama di media sosial. Menurutnya, informasi yang belum jelas kebenarannya jangan langsung dipercaya maupun disebarluaskan.
"Sebelum menyampaikan sesuatu, kita pikirkan manfaat dan dampaknya. Sebelum mempercayai sebuah berita, kita periksa kebenarannya. Sebelum menilai orang lain, kita lihat kembali diri kita sendiri," pesannya.
Selain soal kerukunan, Gus Salman menekankan pentingnya pendidikan yang berjalan beriringan dengan akhlak. Ia berharap anak-anak Jombang tidak hanya memiliki ilmu dan wawasan luas, tetapi juga kejujuran, tanggung jawab serta kepedulian terhadap sesama.
"Ilmu harus berjalan bersama akhlak. Semakin tinggi ilmu yang dimiliki, semakin baik pula sikap dan manfaat yang diberikan kepada sesama," tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Gus Salman juga menyampaikan komitmen pemerintah daerah untuk memastikan masyarakat Jombang yang mengalami kesulitan memperoleh perhatian dan bantuan.
Ia secara khusus menyinggung pentingnya kepedulian terhadap orang tua dan warga yang membutuhkan perawatan.
"Kalau ada masyarakat Jombang yang tidak mampu merawat ibu dan bapaknya, silakan hubungi kami. Pemerintah Kabupaten Jombang akan berkoordinasi dengan seluruh OPD. Jangan sampai ada warga yang terlantar," ujarnya.
Menurutnya, kepedulian kepada orang tua dan sesama merupakan bagian penting dari nilai akhlak yang harus terus ditanamkan dalam kehidupan masyarakat.
Pengajian Akbar Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H tersebut kemudian dilanjutkan dengan tausiyah oleh Gus Izzul Kafie dari Mojokerto.
Dalam tausiyahnya, Gus Izzul Kafie dari Mojokerto mengangkat tema “Meneladani Akhlak Rasulullah SAW sebagai Landasan Hidup Bermasyarakat.”
Ia mengajak jamaah memperkuat kecintaan kepada Rasulullah SAW melalui sholawat dan meneladani akhlaknya dalam kehidupan sehari-hari.
“Kalau kita kepingin ketemu Kanjeng Nabi, hati sama otak kita harus penuh dengan Rasulullah,” tuturnya.
Gus Izzul juga menekankan pentingnya mengamalkan ilmu. Menurutnya, ilmu yang tidak diamalkan belum memberikan manfaat secara nyata.
“Ilmu disambut, diamalkan, itu jadi ilmu manfaat,” pesannya.

Peresmian Musholla Al-Ihsan diharapkan menjadi awal bagi semakin aktifnya kegiatan ibadah, pendidikan keagamaan, silaturahmi, serta kegiatan sosial masyarakat Dusun Pagak dan sekitarnya.
Hadir dalam kegiatan tersebut antara lain Staf Ahli Bupati Bidang Sumber Daya Manusia dan Kemasyarakatan Endah Rachmawati, Kabag Kesra Supriadi, Kabag Umum Mohammad Eryk Arif, Kabag Perekonomian Suparyono, Kebag Perencanaan dan Keuangan Joko Murcoyo, Sekretaris DPMD Jombang Rika Paur Fibriamayusi, Kepala Disnaker Isawan Nanang Risdiyanto, Kasatpol PP Samsudi, Kepala Desa Sembung Tubi Pitana serta jajaran Forkopimcam Perak.
Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat fungsi Musholla Al-Ihsan bukan hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai ruang silaturahmi, pendidikan keagamaan dan penguatan kepedulian sosial masyarakat Dusun Pagak dan Desa Sembung. (her)