JATIMPOS.CO//SURABAYA- Ustad Hasan Basri Fuk atau dikenal ustad Leim Fuk Shan, tokoh Muslim Tionghoa berbicara tentang profesi wartawan dan keberkahan rezekinya pada HUT ke-10 hariannasionalnews.com di Gedung PWI Jatim, Sabtu (26/9/2026).

Aktivis Masjid Muhammad Cheng Hoo Surabaya ini memaparkan, tugas jurnalis atau wartawan sangat penting dan mulia. Jika dirunut dari sejarah Islam sudah ada sejak zaman Nabi Muhammad SAW, hanya bentuk dan caranya berbeda dengan saat ini.

“Intinya mencari dan menyampaikan pesan atau dakwah secara benar,” ujarnya. Di zaman Nabi Muhammad SAW kegiatan ini dilakukan oleh perawi atau pencatat ucapan dan tindakan Rasulullah SAW yang kemudian disebarkan dan dibaca umat manusia hingga saat ini menjadi Hadis Nabi. 

“Pada zaman Nabi para perawi hadis menulis di daun kurma dengan tulang menjadi alat tulis atau pulpennya,” tambahnya. Tetapi yang terpenting adalah isi tulisannya benar sesuai yang disabdakan Nabi.

Dengan demikian menurut Ustad Hasan Basri Fuk, wartawan yang baik adalah mencari dan menyebarkan berita dengan benar berdasarkan fakta. “Tidak ada istilah 86 (yang buruk dijadikan baik atau sebaliknya dengan meminta imbalan tertentu),” kelakarnya.

“Itulah pentingnya integritas, kejururan” tambahnya. Integritas berarti menjalankan tugas secara professional. Dalam kaitan jurnalistik berarti menjalankan tugas sesuai kode etik jurnalistik.

Perihal rezeki yang didapat, ustad Hasan memulai dengan berkelakar. “Berapa sih gaji atau pendapatan wartawan,” ujarnya. Sejumlah undangan yang sebagian besar wartawan bercanda, “Tak mesti,” ujarnya disambut gelak tawa hadirin.

Rezeki itu kata Ustad Hasan memang datangnya sering tidak mesti, tidak terduga dan kerap tidak bisa dinalar akal manusia. Semua atas kehendak Allah yang diberikan kepada manusia.

Ia menyitir Alqur’an Surat At-Talaq ayat 2-3 yang artinya : Barang siapa bertakwa kepada Allah, niscaya Allah akan membukakan jalan keluar baginya dan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangkanya.

Menurut Ustad Hasan Basri Fuk, soal rezeki yang terpenting adalah keberkahannya. Dan keberkahan itu diperoleh dengan bekerja secara baik, bukan hasil menipu, hasil pemerasan dan korupsi.

Ia memberi contoh ada temannya berpenghasilan pas-pasan bahkan kecil, tetapi cukup membiayai hidup sehari-hari ; bisa menyekolahkan putra-putrinya hingga sarjana, punya rumah dan kendaraan.

Pimred jatimpos.co Syaiful Anam yang juga Sekretaris PWI Jatim dan Ketua JMSI (Jaringan Media Siber Indonesia) Provinsi Jatim yang hadir pada kesempatan itu mengapresiasi HUT ke-10 hariannasionalnews.com mendatangkan Ustad Hasan Basri Fuk. “Menjadi pencerahan, pengingat tugas jurnalis dan media,” ujarnya.

Menurut Syaiful Anam, jika dianalogkan tugas jurnalis dengan sanad dan perawi hadis akan menimbulkan kepercayaan kepada wartawan dan media. “Wartawan dan media yang dipercaya masyarakat karena kebenaran, berdampak pula bagi keberkahan rezekinya,” katanya.

Dalam Islam dikenal ada sanad hadis terpercaya dan menjadi rujukan umat hingga saat ini, diantaranya : Imam Bukhari, Imam Muslim, Abu Dawud, At-Tirmidzi, An-Nasa'I dan Ibnu Majah. “Wartawan dan media tentu tak bisa menyamai perawi hadis shoheh ini, tapi setidaknya berupaya meniru ke arah sana,” ujar Cak Anam panggilan akrabnya.

Apresiasi juga disampaikan Ketua PWI Jatim Lutfil Hakim, “Ini luar biasa banget, rasanya baru kali ini HUT media mengundang ustad untuk ceramah yang sebelumnya ada lantunan ayat suci Alqur’an,” ujarnya.

Pemimpin Redaksi Harian Nasional News, Nurdin Longgari, dalam sambutannya mengingatkan seluruh wartawan yang tergabung dalam grup HNN agar menjadikan Kode Etik Jurnalistik sebagai pedoman dalam menjalankan tugas. (fik)