JATIMPOS.CO/TUBAN– Anggota DPRD Jawa Timur dari Daerah Pemilihan (Dapil) Tuban-Bojonegoro, Ony Setiawan, menyoroti pentingnya langkah mitigasi banjir akibat luapan Sungai Bengawan Solo yang setiap tahun mengancam wilayah Kecamatan Soko, Rengel, Plumpang, dan Widang, Kabupaten Tuban.
Hal itu disampaikan Ony usai menggelar reses sekaligus menyerap aspirasi masyarakat di kawasan terdampak banjir di Kabupaten Tuban, Senin (27/7/2026).
Menurut Ony, empat kecamatan tersebut merupakan kawasan strategis yang menjadi penopang sektor pertanian Kabupaten Tuban.
Berbagai komoditas unggulan seperti padi, jagung, cabai, hingga tanaman hortikultura kerap mengalami kerugian akibat genangan air yang berasal dari luapan Sungai Bengawan Solo saat musim hujan.
"Wilayah Soko, Rengel, Plumpang, dan Widang memiliki kontribusi besar terhadap ketahanan pangan daerah. Karena itu, persoalan banjir tidak boleh hanya dipandang sebagai bencana musiman, tetapi harus ditangani melalui langkah mitigasi yang terencana dan berkelanjutan," ujar Ony.
Ia menjelaskan, banjir yang kerap terjadi di kawasan tersebut dapat merendam puluhan hingga ratusan hektare lahan pertanian. Ketinggian genangan bahkan mencapai 30 hingga 80 sentimeter sehingga menyebabkan kerusakan tanaman, memaksa petani melakukan panen lebih awal, hingga mengganggu jadwal tanam berikutnya.
Selain menjadi sentra pertanian, Ony mengatakan wilayah Soko, Rengel, Plumpang, dan Widang juga memiliki potensi ekonomi di sektor peternakan, perikanan, UMKM, industri kreatif, hingga pariwisata. Menurutnya, seluruh sektor tersebut ikut terdampak apabila banjir terjadi secara berulang sehingga memerlukan perhatian serius dari seluruh pemangku kepentingan.
Untuk mengurangi risiko banjir, politisi PDI Perjuangan itu mendorong sinergi antara pemerintah desa, pemerintah kabupaten, pemerintah provinsi, hingga pemerintah pusat.
Sejumlah langkah strategis yang dinilai perlu dilakukan antara lain optimalisasi fungsi Waduk Jabung, pembangunan tanggul pengendali banjir, pengerahan pompa air darurat, serta penataan sistem irigasi dan drainase di desa-desa terdampak.
"Pembangunan infrastruktur pengendalian banjir harus menjadi prioritas agar masyarakat tidak terus-menerus mengalami kerugian ekonomi setiap musim hujan. Kita ingin produktivitas pertanian tetap terjaga dan kesejahteraan masyarakat meningkat," tegasnya.
Dalam kegiatan reses tersebut, Ony mengaku menghimpun berbagai aspirasi masyarakat terkait penanganan banjir, penguatan sektor pertanian, serta pengembangan potensi ekonomi desa.
Ia menambahkan, seluruh aspirasi yang diterima akan menjadi bahan perjuangan di DPRD Jawa Timur untuk mendorong realisasi program mitigasi banjir yang lebih komprehensif di kawasan sepanjang aliran Sungai Bengawan Solo di Kabupaten Tuban. (zen)