JATIMPOS.CO/TUBAN – Pemerintah Kabupaten Tuban menyampaikan jawaban atas laporan badan anggaran dan pandangan umum fraksi di DPRD, di gedung DPRD Tuban Rabu, (19/08). Hal ini menyusul rancangan perubahan APBD 2020.

Rapat dengan agenda mendengar penyampaian jawaban pemerintah dibuka oleh Ketua DPRD Tuban Miyadi. Pimpinan rapat Miyadi yang membuka paripurna mempersilakan Wakil Bupati Tuban Noor Nahar Husein memberikan jawaban pemerintah atas beragam pertanyaan dari banggar dan fraksi.

Diantaranya Fraksi Golkar berbintang melalui Mukaffi Makki meminta penjelasan rincian dan penyebaran dana hibah yang direncanakan Rp 155.965.986.000 yang naik 8,96 %.

Fraksi Demokrat Keadilan Sejahtera Mar’atun meminta Pemkab Tuban untuk menjelaskan serapan anggaran penanggulangan Covid-19 sampai pada Juli 2020.

Menjawab dua pertanyaan tersebut Noor Nahar menjelaskan bahwa dana hibah Rp 155 milyar diserap untuk KPU, Bawaslu, operasional penyelenggaraan PAUD, pendidikan diniyah dan guru swasta. Sedangkan penyerapan anggaran Covid-19 dijelaskannya bahwa alokasi sebesar Rp 240.569.515.776 hingga pada 31 Juli serapannya baru Rp 62.922.669.260 atau baru 26,16% dari pagu total.

Lebih lanjut Noor Nahar menyampaikan bahasan paripurna ini cenderung pada Refocusing dan relokasi penggunaan APBD di tengah pandemic covid. Pertanyaan, pendapat, saran dari banggar dan pandangan umum fraksi sudah semestinya pemerintah selaku eksekutif memberikan jawaban atas pertanggungjawaban penggunaan. Dia mengatakan penyerapan perubahan APBD 2020 masih berada di angka kurang 50% nilai total dari seluruh sektor pembelanjaan.

“Anggaran yang sebelumnya sudah ditetapkan di APBD 2020 karena ada pandemic maka ada refocusing dan penggunaannya disampaikan pada rapat kali ini,”  terangnya.

Sementara Ketua DPRD Miyadi menambahkan jejak anggaran yang sudah disiapkan oleh banggar legislasi berupaya mengontrol penggunaannya. Fraksi pun juga wajib mengevaluasi kinerja pemerintah dalam penyerapan anggaran terkait refocusing yang lebih cenderung pada penanggulangan pandemic.

Selain itu, kata dia, penggunaan perubahan APBD 2020 sampai memasuki semester II ini masih terus focus pada penanggulangan bencana covid. Pemulihan ekonomi, bantuan sosial, sektor-sektor ekonomi, pendidikan dan kesehatan masyarakat. (min)