JATIMPOS.CO/PAMEKASAN - Bea Cukai Madura terus menerus melakukan aksi sosialisasi gempur rokok ilegal. Aksi sosialisasi gempur rokok ilegal kali ini melalui Talk Show Interaktif bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan, Madura, Jawa Timur, Selasa (31/8/2021).

Talk show interaktif ini bertemakan peran serta media dalam sosialisasi DBHCHT Kabupaten Pamekasan tahun anggaran 2021, yang bertempat di kantor Suara Pamekasan FM Jalan Trunojoyo No.222, Taman, Patemon, Pamekasan.

Pantauan di ruang talk show interaktif, tampak hadir Fungsional Ahli Pertama Bea Cukai Madura Tesar Pratama sebagai narasumber dan Kepala bidang Informasi dan komunikasi publik (Diskominfo Pamekasan) Arif Rachmansyah.

Fungsional Ahli Pertama Bea Cukai Madura, Tesar Pratama menjelaskan, bahwa peran media sangatlah penting dalam memberikan pemahaman, sosialisasi dan edukasi mengenai pentingnya penggunaan cukai.

Selain itu juga bisa memberikan pemahaman tentang bahaya mengkonsumsi rokok ilegal dan manfaat DBHCHT kepada masyarakat.

"Di Pamekasan telah menggandeng banyak media untuk memberikan informasi mengenai cukai dan manfaat DBHCHT," kata Tesar Pratama kepada jurnalis jatimpos.co, saat dikonfirmasi melalui WhatsApp pribadinya usai menggelar on air di kantor Suara Pamekasan FM.

Kata Tesar sapaan akrabnya, dirinya sependapat dengan pandangan yang menyatakan, bahwa media dapat merubah pola pandang masyarakat ke arah positif.

"Mengkonsumsi rokok ilegal tentunya membahayakan bagi masyarakat, sementara rokok yang resmi bisa bermanfaat untuk pemerintah dan kesejahteraan masyarakat dengan adanya DBHCHT," paparnya.

Lebih lanjut, dia berharap media bisa memberikan feedback positif terhadap masyarakat, bahwa cukai ini telah diatur untuk mengendalikan pola konsumsi masyarakat, supaya meningkatkan kesehatan.

"Media ini bisa menjadi pengantar yang memegang peran penting untuk memperluas jangkauan informasi yang diberikan. Karena kalau hanya dilakukan secara individual saja oleh Bea Cukai, mungkin hanya orang tersebut yang bisa mengetahuinya. Tetapi dengan bantuan media, semua  penjuru dapat dijangkau," pungkasnya. (did)