JATIMPOS.CO/PAMEKASAN - Menjelang peringatan hari natal dan tahun baru (Nataru), harga cabai rawit di Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur mengalami kenaikan secara signifikan, Senin (20/12/2021).

Saat ini harga cabai rawit di pasar yaitu 100 ribu perkilogram. Sebelumnya, cabai rawit masih berada di harga 10 ribu perkilogram.

"Hari ini harga cabai rawit merah berkisar di harga 100 ribu perkilonya," jelas Hasanah (35), salah satu pedagang kebutuhan pangan di pasar Kolpajung Jl. Ronggosukowati Kecamatan Pamekasan.

Kata Hasanah, selain cabai rawit merah, harga cabai rawit hijau pun juga ikut naik. Namun, kenaikannya tidak melambung seperti cabai rawit merah. Untuk harga cabai rawit hijau sendiri berkisar 30 ribu perkilogram.

Kendati demikian, tambah Mak Emak berusia 35 tahun ini, kenaikan harga Cabai Rawit ini justru berdampak baik pada sejumlah pedagang di pasar terbesar di Kabupaten Pamekasan ini. pasalnya jjumlah pedagang semakin sedikit.

"Sewaktu harga murah kan banyak saingan, kalau harga mahal kan sedikit para pedagang yang berani menjual cabe, jadi para bembeli otomatis semakin banyak," terangnya.

Terpisah, Kepala Bidang (Kabid) Perdagangan Dinas Perindustrian Dan Perdagangan Kabupaten Pamekasan, St. Abdiyati. M menjelaskan, yang menjadi pemicu kenaikan harga cabai adalah karena minimnya pemasokan cabai di wilayah Pamekasan.

Sebab, setiap musim penghujan harga cabai rutin mengalami kenaikan. Lantaran tanaman cabai milik petani banyak yang busuk.

"Kanaikan harga ini rutin setiap tahunnya, bahkan di tahun 2017 sampek harga Rp 175.000. Sekarang ini kan musim hujan, sedangkan tanaman cabe kan tidak membutuhkan hujan, sehingga kalau curah hujan tinggi, maka tanaman ini cepet busuk. Sebab itu, karena produksi sedikit, stok juga sedikit sehingga harga melonjak," pungkasnya. (did)