JATIMPOS.CO/KABUPATEN MOJOKERTO - Guna memajukan perekonomian masyarakat desa dalam bidang Usaha Kecil dan Menengah ( UKM) Pemdes Lebaksono Kecamatan Pungging Kabupaten Mojokerto bertekad menjadikan desanya sebagai Sentra Rengginang Leson.

Launching Sentra Rengginang Leson dilakukan oleh Camat Pungging Drs. Mujib, MM didampingi perwakilan DPMD Kabupaten Mojokerto, Hadi Siswoyo dan Kades Lebaksono H. Afan Faizin, Mpd di Pendopo Kantor Desa Lebaksono Kecamatan Pungging Kabupaten Mojokerto, Minggu (19/12/2021). 

Acara Launching Sentra Rengginang Leson, ditandai dengan pemotongan nasi tumpeng kuning oleh Kades Lebaksono H. Afan Faizin diberikan pada Camat Pungging Drs. Mujib  kemudian Pejabat DPMD serta dibagi ke tokoh masyarakat dan lembaga yang ada di Desa Lebaksono 

Dan yang menarik lagi, acara Launching Sentra Rengginang Leson, Pembawa acara (MC) ada dua orang, satu pakai bahasa Indonesia, satunya lagi pakai bahasa Inggris sehingga acara tampak elegan.

Kades Lebaksono H. Afan Faizin, Mpd, pada sambutannya mengatakan, bahwa sumber pendanaan Sentra Rengginang Leson berasal dari program Bantuan Keuangan Khusus Desa Berdaya senilai Rp 100 juta dari Pemprov Jawa Timur.

 ”Berdasarkan musyawah desa disepakati Desa Lebaksono memunculkan produk rengginang Leson sebagai produk unggulan dan dijadikan sentra produksi rengginang,” ujarnya.

Kades Afan Faizin berharap pada tamu undangan dan warga yang hadir, kalau ingin program Sentra Rengginang Leson berkembang, warga ketika hajatan harus menyediakan kue rengginang, untuk dicicipi maupun untuk bingkisan pulang.

”Agar produksi Rengginang Leson terus berkembang ketika panjenengan semua punya hajatan, jajanan Rengginang ini bisa dijadikan songgongan (oleh-oleh), ” ucap Kades Afan. 

Perwakilan Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Kabupaten Mojokerto Hadi Siswoyo, mengatakan Pemda sangat mendukung keberadaan sentra  Rengginang Leson, perbanyaklah berproduksi, nanti BUMDES yang mengelola menegemennya, supaya ada ikon unggul di desa Lebaksono.

“Kalau menegemen BUMDES bisa mempertahankan kualitas dan membantu pemasaran dipastikan akan ada perkembangan,” ujarnya. 

Masih kata Hadi Siswoyo, monumen identitas sentra Rengginang perlu diperbanyak dan ditambahi tulisan contact person. Agar masyarakat tahu bila butuh bisa menghubungi pengelola kue rengginang . ”   mohon tugu atau monumen Sentra Rengginang Leson yang sudah ada di depan Balai desa itu , di tambahi lagi tugunya dan di beri tulisan contact Person biar konsumen mudah dalam lakukan pemesanan,” terangnya.

Sementara itu Camat Pungging Drs. Mujib, MM, dalam sambutannya mengatakan, sentra Rengginang Desa Lebaksono harus tampak menarik didukung standard mutu rengginang. Harus ada bagian tes rasa produk,  kemasan produk harus elegant, hiegenis produk harus terjamin.

“Produk Rengginang Leson harus punya cita rasa tersendiri dan daya tarik agar diperhatikan konsumen,” terangnya. 

Tak kalah pentingnya adalah segi pemasaran, manajemen diserahkan ke BUMDES.  Selanjutnya, BUMDES harus membuat perencanaan, kalau perlu study banding ke BUMDES yang sudah maju, terkait cara mengelola keuangan agar eksis, manajemen pemasaran, dan mutu produk.

Di akhir acara Launching Sentra Rengginang Leson , semua tamu yang hadir diajak Kades Lebaksono H. Afan Faizin makan rengginang Leson bersama-sama. (din)