JATIMPOS.CO/SURABAYA — Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menekankan pentingnya inovasi pendidikan yang berdampak langsung pada kesiapan kerja lulusan dalam ajang East Java Innovative Education Summit (EJIES) 2026 di Legacy Ballroom Surabaya, Kamis (21/5/2026) malam.

Di tengah dorongan tersebut, Khofifah mengungkap capaian konkret sektor pendidikan vokasi Jawa Timur, dengan ribuan lulusan SMK telah terserap ke pasar kerja internasional.

“Sampai dengan semester 1 2026 ada 4.960 siswa SMK kita telah diterima magang dan bekerja di 13 negara,” ujar Khofifah.

Ia menyebut capaian tersebut menjadi indikator bahwa penguatan inovasi dan kompetensi di tingkat sekolah mulai menjawab tantangan employability lulusan.

Negara tujuan kerja para lulusan tersebut tersebar di berbagai kawasan, seperti Jepang, Korea, Australia, hingga Jerman, dengan sektor pekerjaan mulai dari pertanian, manufaktur hingga care giver dan perhotelan.

Dalam forum yang diikuti ribuan inovator pendidikan itu, Khofifah meminta hasil inovasi tidak berhenti sebagai kompetisi, tetapi menjadi rujukan untuk perbaikan sistem pendidikan secara berkelanjutan.

“Inovasi-inovasi ini saya mohon untuk bisa dijadikan referensi bagaimana kita bisa terus berbenah, terus meningkatkan kualitas, terus meningkatkan kompetensi,” katanya.

Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas satuan pendidikan agar inovasi dapat direplikasi dan memberi dampak luas.

“We have to improve, we have to improve, we have to improve,” ujarnya.

EJIES 2026 sendiri menjadi ruang apresiasi bagi inovasi pendidikan terbaik di Jawa Timur, sekaligus mendorong lahirnya praktik-praktik baru dalam pembelajaran.

Khofifah turut mengapresiasi peran guru dan kepala sekolah yang dinilai menjadi aktor utama dalam mendorong transformasi pendidikan di daerah.

“Selamat terus membuat, menciptakan, dan mengembangkan inovasi-inovasi yang akan memberikan manfaat bagi masyarakat, bangsa, dan negara,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur Aries Agung Paewai menyampaikan bahwa ajang EJIES 2026 diikuti lebih dari 24.000 inovasi pendidikan yang kemudian diseleksi bertahap hingga tersaring menjadi 25 inovator terbaik. Proses penilaian melibatkan tim juri dari berbagai unsur, termasuk akademisi dan praktisi pendidikan.

Ia menambahkan, inovasi yang masuk tidak hanya dinilai dari aspek kreativitas, tetapi juga dampak dan potensi replikasi di satuan pendidikan lain. Karena itu, hasil EJIES diharapkan tidak berhenti pada penghargaan, melainkan dapat diterapkan lebih luas di seluruh Jawa Timur guna meningkatkan kualitas pendidikan secara merata. (zen)