JATIMPOS.CO/MOJOKERTO – Pemerintah Kabupaten Mojokerto memberikan penghargaan kepada 12 koperasi berprestasi dalam rangka memperingati Hari Koperasi Nasional ke-79. Penghargaan tersebut diserahkan langsung Bupati Mojokerto Muhammad Al Barra saat Seminar Hari Koperasi Nasional di Pendopo Graha Maja Tama, Selasa (21/7/2026).

Dalam sambutannya, Bupati yang akrab disapa Gus Barra menegaskan bahwa koperasi memiliki peran strategis sebagai penggerak ekonomi kerakyatan. Menurutnya, Kabupaten Mojokerto memiliki potensi besar di berbagai sektor, mulai dari pertanian, usaha mikro, industri, hingga pariwisata, yang perlu dikelola secara optimal melalui penguatan koperasi.

"Koperasi memiliki peran strategis sebagai penggerak ekonomi kerakyatan. Karena itu, potensi yang dimiliki Kabupaten Mojokerto harus dikelola dan diperkuat melalui gerakan koperasi," kata Gus Barra.

Ia mengatakan, pengembangan koperasi menjadi bagian penting dari arah pembangunan daerah yang tertuang dalam misi ketiga Catur Abhipraya Mubarok, yakni membangun kemandirian ekonomi berbasis masyarakat melalui koperasi, usaha mikro, dan BUMDes demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Untuk mewujudkan hal tersebut, Pemkab Mojokerto akan memfokuskan pengembangan koperasi pada tiga pilar utama, yakni inovasi produk dan usaha, transformasi digital, serta kolaborasi lintas sektor.

Menurut Gus Barra, koperasi harus mampu menciptakan produk bernilai tambah melalui proses hilirisasi agar memiliki daya saing lebih tinggi. Selain itu, digitalisasi tata kelola dinilai penting untuk meningkatkan transparansi, akuntabilitas, dan kepercayaan masyarakat terhadap koperasi.

Ia juga mendorong seluruh pengurus koperasi agar memperluas kerja sama dengan berbagai pihak. Kolaborasi diyakini dapat membuka akses permodalan, memperluas pasar, meningkatkan kualitas produk, hingga mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah.

Pada kesempatan itu, Gus Barra turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh pengurus dan anggota koperasi, pelaku usaha mikro, akademisi, praktisi, serta seluruh pemangku kepentingan yang selama ini berkontribusi dalam memperkuat gerakan koperasi di Kabupaten Mojokerto.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Mojokerto, Abdulloh Muhtar, melaporkan bahwa seminar Hari Koperasi Nasional tahun ini diikuti sekitar 500 peserta.

"Seminar ini diikuti sekitar 500 peserta yang terdiri atas 304 Ketua Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih, koperasi wanita, serta berbagai jenis koperasi lainnya di Kabupaten Mojokerto," ujar Abdulloh Muhtar.

Ia juga mengungkapkan perkembangan positif KDKMP di Kabupaten Mojokerto. Hingga awal tahun 2026, sebanyak 94 persen KDKMP telah melaksanakan Rapat Anggota Tahunan (RAT) Tahun Buku 2025. Meski sebagian koperasi belum memiliki aktivitas usaha yang signifikan, pelaksanaan RAT tetap dilakukan sebagai bentuk kepatuhan terhadap ketentuan perkoperasian dan langkah awal memperkuat tata kelola organisasi. (din)