JATIMPOS.CO/KABUPATEN MADIUN – Pemerintah Kabupaten Madiun melalui Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Madiun resmi memulai pelaksanaan kegiatan peningkatan kualitas Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) tahun 2025 dengan menggelar acara launching dan peletakan batu pertama di Dusun Doragan, Kelurahan Munggut, Kecamatan Wungu, Kabupaten Madiun pada Jum'at (23/5/2025).
Acara peletakan batu pertama pembangunan rumah Bu Tanem di Dusun Doragan, RT 15, RW 04, Kelurahan Munggut ini menjadi penanda dimulainya program strategis yang bertujuan meningkatkan taraf hidup masyarakat berpenghasilan rendah melalui perbaikan tempat tinggal yang layak huni dan sehat. Dalam acara tersebut juga diserahkan secara simbolis bantuan pembangunan maupun rehabilitasi RTLH kepada perwakilan penerima bantuan sebanyak 15 orang dari 15 desa di seluruh kecamatan Kabupaten Madiun.
Bupati Madiun, Hari Wuryanto menyampaikan bahwa program ini merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat. Sekaligus memastikan bahwa seluruh warga Kabupaten Madiun, khususnya masyarakat berpenghasilan rendah, bisa tinggal di rumah yang layak, aman, dan nyaman. Serta sesuai visi misi Bupati Madiun Bersahaja atau Madiun bersih, sehat dan sejahtera.
"Sampai saat ini kita punya PR sampai akhir 2024 kemarin ada 8.889 RTLH. Alhamdulillah pada hari ini kita sudah membantu sebanyak 221 RTLH, mudah-mudahan dengan tambahan bantuan dari teman-teman pengusaha dan csr, kita segera bisa menyelesaikan kewajiban kita supaya seluruh masyarakat Kabupaten Madiun sejahtera," jelasnya.
Program peningkatan kualitas RTLH sebanyak 221 unit rumah di Kabupaten Madiun ini sebagai wujud implementasi aktivitas kegiatan unggulan program 100 hari kerja di Kabupaten Madiun, serta sebagai wujud pelaksanaan misi asta cita Presiden Prabowo terkait program dan renovasi 3 juta rumah dengan sasaran 1 juta rumah di pedesaan.
Dalam acara tersebut, peletakan batu pertama dilakukan secara simbolis oleh Bupati Madiun sebagai tanda dimulainya pembangunan fisik di lokasi tersebut. Warga Dusun Doragan menyambut kegiatan ini dengan antusias, berharap program ini mampu membawa perubahan nyata bagi kehidupan mereka.
Dengan adanya program ini, diharapkan angka kemiskinan dan ketimpangan sosial di Kabupaten Madiun dapat terus ditekan, seiring dengan meningkatnya kualitas hidup masyarakat.
"Dengan bantuan stimulus yang kita berikan ini, mudah-mudahan bisa mengangkat derajat mereka sehingga mereka keluar dari tingkat kemiskinan," ucapnya.
Sementara itu, sesuai data dari Dinas Perkim Kabupaten Madiun, penerima bantuan RTLH tahun ini sebanyak 221 KK tersebar di 106 desa atau kelurahan di seluruh kecamatan. Masing-masing KK menerima bantuan sebesar Rp 20 juta, sehingga total keseluruhan bantuan dari Pemkab Madiun sejumlah Rp4,4 miliar. Anggaran tersebut bersumber dari APBD Kabupaten Madiun tahun anggaran 2025.
Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Madiun, Hari Pitoyo menyampaikan, bahwa proses penerbitan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) untuk semua penerima bantuan ini akan difasilitasi oleh Pemerintah Daerah. Dalam hal ini berkolaborasi antara Dinas PUPR, DPMPTSP, dan Dinas Perkim.
Termasuk nantinya bantuan-bantuan terkait dengan peningkatan kualitas rumah atau RTLH bagi masyarakat yang masuk dalam DTKS yang bersumber dari Pemerintah Pusat, kemudian dari perusahaan atau pun dari pelaku usaha atau CSR.
"Sedangkan PBG Rumah Ibu Tanem yang akan dilakukan renovasi atau pembangunannya mulai hari ini akan diserahkan PBG-nya, yang mana untuk proses pengurusannya baru dilakukan kemarin tanggal 22 Mei 2025 dan hanya membutuhkan waktu 3 jam untuk diterbitkan dengan ketentuan semua persyaratan telah dipenuhi," pungkasnya. (Adv/jum).