JATIMPOS.CO/TUBAN – Program Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Bina Warga Tanah Ronggolawe Lapas Kelas IIB Tuban diresmikan. Secara simbolis peresmian ditandai penandatanganan prasasti oleh Kepala Kantor Wilayah Ditjenpas Jatim, Kadiyono didampingi Kepala Lapas Tuban, Irwanto Dwi Yhana pada Jum’at (13/6/2025) kemarin.
Kepala Kantor Wilayah Ditjenpas Jatim, Kadiyono mengapresiasi kerja Lapas Tuban. Pembinaan kepribadian kepada warga binaan pemasyarakatan (WBP) melalui PKBM ini baru pertama kalinya di Jawa Timur. Ia akan mendukung penuh program tersebut guna memfasilitasi warga binaan memperoleh hak pendidikan.
Kadiyono menambahkan PKBM sebagai pendidikan non formal di Lapas berfungsi sebagai wadah pembelajaran dan berorientasi pada pemberdayaan potensi warga binaan untuk meningkatkan pengetahuan keterampilan dan sikap. Hal tersebut sesuai dengan perintah Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan untuk memastikan fungsi pemasyarakatan salah satunya dalam hal pembinaan agar berjalan dengan baik dan meningkat dari waktu ke waktu.
Kepala Lapas Tuban, Irwanto Dwi Yhana berterima kasih kepada Dinas Pendidikan Kab.Tuban dan LBH KP Ronggolawe yang terlibat dalam proses pendirian PKBM. Harapannya PKBM ini tidak hanya sebagai simbol melainkan secara nyata dapat membantu warga binaan meningkatkan kualitas pendidikan.
“Agar ketika kembali ke masyarakat dapat memanfaatkan ilmu pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh untuk mendapatkan penghidupan yang lebih baik kedepannya,” sambung Irwanto.
Dalam penjelasannya, rangkaian pendirian PKBM diawali dengan pembentukan yayasan. Lapas Tuban bekerjasama dengan KP. Ronggolawe untuk membentuk Yayasan Bina Warga Tanah Ronggolawe. Sebagai pendiri Kasi Binadik dan Giatja Lapas Tuban dengan Direktur KP. Ronggolawe, Nunuk Fauziyah. Adanya PKBM diyakini menjadi saluran dalam menjalin koordinasi lintas sektor untuk menghasilkan outlook dan output yang dapat dipertanggungjawabkan dalam meningkatkan pembinaan warga binaan. (min)