JATIMPOS.CO/KABUPATEN MADIUN – Bupati Madiun, Hari Wuryanto menghadiri kegiatan doa bersama dalam rangka pembukaan Pra TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-125 yang digelar di Dusun Wukir, Desa Ngranget, Kecamatan Dagangan, Selasa (8/7/2025).
Kegiatan tersebut dihadiri oleh jajaran TNI dan masyarakat, termasuk Dandim 0803/Madiun Letkol Kav. Widhi Bayu Sudibyo, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Dagangan, pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Madiun, perwakilan Polres Madiun, serta kepala desa dan perangkat Desa Ngranget.
Bupati Madiun, Hari Wuryanto menyampaikan bahwa TMMD kali ini menjadi momentum penting untuk membuka akses jalan yang menghubungkan Dusun Wukir dengan wilayah Kecamatan Kare. Menurutnya, kondisi geografis Dusun Wukir yang berada di kawasan pegunungan cukup terisolir dan menyulitkan mobilitas warga.
"Kalau jalan ini tidak kita buka, maka masyarakat Dusun Wukir yang ingin ke Kare harus memutar sejauh 13 kilometer. Namun jika akses ini tembus, jaraknya hanya tinggal 3,5 kilometer saja. Ini tentu akan memangkas waktu tempuh, mempermudah akses pendidikan, kesehatan, serta memperlancar roda perekonomian warga," ujar Bupati yang akrab disapa Mas Hari.
TMMD ke-125 ini dijadwalkan berlangsung mulai 23 hingga 31 Juli 2025 dan akan melibatkan partisipasi aktif masyarakat. Selain pembangunan jalan, menurut Bupati Hari, ada aspirasi dari warga agar program TMMD juga membantu memperbaiki rumah tidak layak huni dan sarana ibadah seperti masjid.
"Mudah-mudahan kegiatan ini bisa selesai tepat waktu. Kami juga mengapresiasi dukungan dari Perhutani dalam mendukung kegiatan ini, serta berterima kasih kepada Dandim 0803/Madiun. Saya mohon warga Desa Ngranget nantinya bisa menjaga dan merawat jalan ini bersama-sama," pungkas Bupati.
Program TMMD merupakan wujud nyata sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam membangun infrastruktur desa yang berkelanjutan serta memperkuat ketahanan sosial masyarakat di wilayah pedesaan. (jum).